Gereja Keuskupan Bogor Merayakan Empat Dekade Kesetiaan Imamat RD Paulus Haruna dan RD Michael Suharsono

KEUSKUPANBOGOR.ORG – Dalam terang Tahun Yubileum 2025, perayaan empat dekade perjalanan imamat RD Paulus Haruna dan RD Michael Suharsono memperoleh makna yang semakin mendalam. Yubileum, yang dalam tradisi Gereja Katolik dipahami sebagai tahun rahmat, pembaruan, dan kembali kepada belas kasih Allah, menjadi bingkai rohani yang meneguhkan perjalanan panjang kedua Imam Keuskupan Bogor tersebut. Seperti bangsa Israel yang menempuh empat puluh tahun menuju tanah terjanji, demikian pula kesetiaan imamat mereka menjadi kesaksian bahwa Allah senantiasa menuntun, memurnikan, dan memperbarui setiap langkah panggilan.

Maka, empat puluh tahun imamat bukan hanya tonggak pribadi, melainkan tanda kehadiran Allah yang setia. Ini juga menjadi sebuah momentum evaluasi rohani yaitu syukur atas panggilan yang dihidupi dengan komitmen, pengakuan atas keterbatasan manusiawi yang diserahkan kepada kasih Allah, dan peneguhan untuk terus berjalan dengan semangat baru. Peringatan empat dekade imamat kedua imam ini mengingatkan Gereja bahwa kesetiaan bukanlah hasil dari kemampuan pribadi semata, melainkan rahmat yang tumbuh melalui doa, komunitas, dan ketulusan hati untuk melayani sampai tuntas.

Angka empat puluh pun memiliki resonansi teologis dan simbolis dalam tradisi Kitab Suci dan kehidupan Gereja yaitu masa pencobaan, persiapan, dan pembaharuan. Empat puluh hari di padang gurun, empat puluh tahun perjalanan Israel, dan berbagai momen yang menandai kesetiaan Allah dalam sejarah keselamatan. Dalam konteks hidup imamat, merayakan empat puluh tahun tahbisan berarti menghitung berkat yaitu ketekunan dalam pelayanan, luka dan patah hati yang dialami di jalan panggilan, serta buah-buah pelayanan pastoral yang tumbuh dalam kehidupan umat.

Bagi RD Paulus Haruna dan RD Michael Suharsono, empat dekade imamat bukan sekadar rentang waktu, tetapi perjalanan panjang menemani umat, merayakan sakramen, menghibur yang berduka, membimbing yang mencari arah, dan menghadirkan kehangatan Gereja di tempat-tempat mereka diutus. Kesetiaan mereka teruji bukan hanya oleh tugas harian, tetapi oleh kesediaan untuk tetap mengabdi ketika situasi berubah, ketika tantangan pastoral meningkat, atau ketika tenaga dan usia tidak lagi muda.

Perayaan Syukur

Tepat pada tanggal 25 November 2025, Gereja Keuskupan Bogor merayakan kesetiaan panggilan dari RD Paulus Haruna dan RD Michael Suharsono. Perayaan Syukur yang diadakan di Paroki Santo Yakobus Rasul, Megamendung ini diawali dengan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur, Uskup Keuskupan Bogor.

Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Lagu pujian, pembacaan Kitab Suci, dan homili menegaskan rasa syukur atas panggilan serta ketekunan pelayanan selama empat dekade. Para Imam hadir dalam konselebrasi, menandakan rasa kebersamaan kolegialitas bahwa panggilan imamat adalah pelayanan bersama demi kawanan umat.

Pada kesempatan ini, homili disampaikan oleh RD Michael Suharsono yang menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanannya dalam menjalani hidup imamat.

“Sebagai seorang Imam, saya bertugas untuk mengantarkan umat dalam mencapai pintu menuju Tuhan. Saya percaya Tuhan yang selalu berjaga itu tahu yang benar dan mana yang salah. Tuhan selalu tahu jalan mana yang terbaik,” tutur Pastor Paroki Santo Yakobus Rasul, Megamendung tersebut.

Lebih lanjut, Romo Harsono menyampaikan panjangnya jalan imamat yang dijalani adalah sebuah hadiah dari Tuhan. Rekan Imam dan umat adalah rekan seperjalanan yang senantiasa mendukung dan memberikan masukan dalam karya pastoral ini.

“Harapan saya, semoga umat mendukung langkah saya agar saya semakin kuat dalam menjalani perjalanan imamat ini,” harapnya.

Berkat Luar Biasa

Dalam sambutannya, RD Dionnysius Yumaryogustyn Manopo selaku Ketua Unio Keuskupan Bogor menceritakan pengalamannya bersama Romo Haruno dan Romo Harsono. Ia pun menyampaikan bahwa kehadiran kedua jubiliaris tersebut merupakan berkat luar biasa bagi Keuskupan Bogor.

Tidak berbeda dengan yang disampaikan oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur yang menyampaikan bahwa kedua jubiliaris tersebut merupakan teladan kesetiaan bagi Gereja Keuskupan Bogor. Kedua Imam tersebut terus setia dan taat pada panggilannya untuk melayani umat. Ini merupakan sebuah anugerah dan teladan yang baik untuk Gereja.

Kemudian, pada kesempatan ini, Monsinyur Paskalis memberikan tanda kasih dari Keuskupan Bogor berupa cincin yang disematkan langsung olehnya kepada kedua Imam.

RD Paulus Haruno, Imam yang berbahagia pada hari ini turut menyampaikan kebahagiaan dan sukacitanya dalam perayaan ini. “Terima kasih atas penyertaan Uskup, para Imam dan umat bagi perjalan imamat kami,” ungkapnya.

Kini giliran RD Michael Suharsono menyampaikan rasa syukur dan ungkapan terima kasihnya. “Kehadiran Uskup, para Imam dan umat merupakan berkat luar biasa bagi perjalanan hidup imamat yang saya jalani. Terima kasih untuk segala yang diberikan,” tutur Romo Harsono.

Setelah Ekaristi, perayaan berlanjut dengan ungkapan syukur secara sederhana bersama umat paroki, keluarga, dan rekan-rekan Imam.

Dalam perayaan syukur empat dekade imamat ini, kita diajak melihat bahwa kesetiaan tidak lahir dari perjalanan yang mulus, melainkan dari hati yang terus dibiarkan ditempa oleh rahmat Allah. Melalui hidup dan pelayanan dari RD Paulus Haruna dan RD Michael Suharsono, Gereja Keuskupan Bogor belajar bahwa panggilan yang dijalani dengan ketekunan dapat menjadi cahaya bagi banyak orang. Semoga perayaan ini membuka ruang bagi kita semua untuk memperbarui harapan, meneguhkan komitmen pelayanan, dan menata langkah agar hidup kita pun menjadi tanda kasih Tuhan yang hadir bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses