Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Bogor terus berupaya menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan bagi anak dan remaja di lingkungan Gereja. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui Pembekalan bagi para Animator TSOM dari seluruh paroki di Keuskupan Bogor. Pembekalan yang telah digelar sejak awal bulan November lalu ini secara khusus membahas proses seleksi Remaja TSOM Keuskupan, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai program edukasi TSOM di tingkat Keuskupan Bogor.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 14 Desember 2025 pukul 14.30 hingga 16.30 WIB di Aula Gedung Ex-seminari ini diawali dengan proses registrasi dan pembagian snack, disertai dengan penyerahan surat pernyataan dari para peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan pengenalan mengenai Tim TSOM Keuskupan yang disampaikan oleh Kak Nana, selaku PIC Edukasi TSOM. Dalam sesi ini ditekankan bahwa kehadiran peserta bersifat wajib, mengingat pentingnya pemahaman awal terkait komitmen dalam program TSOM.

Pada sesi berikutnya, Kak Nana juga memaparkan gambaran kegiatan edukasi TSOM selama satu tahun, termasuk alur pengumpulan refleksi yang akan menjadi bagian dari proses pendampingan remaja. Sesi ini berlangsung interaktif karena dibuka ruang tanya jawab, sehingga peserta dapat memahami secara lebih mendalam tujuan dan dinamika program TSOM.
Memasuki sesi inti, Kak Inri menyampaikan materi mengenai proses seleksi Remaja TSOM, sekaligus menjelaskan secara rinci tugas dan kewajiban Animator Keuskupan, termasuk konsekuensi dan sanksi yang menyertainya. Paparan ini kembali dilengkapi dengan sesi tanya jawab agar peserta benar-benar memahami peran yang akan mereka jalani apabila terpilih.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penetapan Animator TSOM Keuskupan. Dalam sesi ini, Kak Inri memberikan penjelasan, sementara proses pendataan dilakukan oleh Kak Nana. Peserta yang bersedia menjadi Animator menyerahkan surat kesanggupan kepada panitia registrasi sebagai bentuk komitmen pelayanan.
Puncak kegiatan ditandai dengan sesi penegasan dan peneguhan dari RD Yosef Irianto Segu. Dalam pesannya, Romo menegaskan pentingnya pendampingan yang berkesinambungan bagi anak dan remaja Gereja.

“Upaya dari Komisi KMKI untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak diwujudkan melalui program-program pendampingan yang terarah, agar mereka tidak berjalan sendiri, tetapi didampingi dan dipersiapkan untuk menjadi regenerasi selanjutnya di paroki,” tegas RD Yosef Irianto Segu.
Peneguhan ini menjadi dorongan rohani bagi para peserta untuk berani mengambil bagian dalam pelayanan dan menjalani proses pembinaan dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup. Melalui pertemuan ini, diharapkan Animator TSOM semakin memahami panggilan pelayanan mereka dan siap menjadi bagian dari pendamping remaja yang beriman, tangguh, misioner dan berkomitmen di lingkungan paroki masing-masing.









