Mengenang Satu Tahun Wafatnya Mgr Michael Cosmas Angkur OFM

KEUSKUPANBOGOR.ORG — Kamis, 18 Desember 2025, genap satu tahun wafatnya Uskup Emeritus Keuskupan Bogor, Mgr Michael Cosmas Angkur, OFM. Peringatan satu tahun berpulangnya gembala yang dikenal sederhana dan dekat dengan umat ini dikenang dalam Perayaan Ekaristi yang digelar di Gereja Paroki BMV Katedral Bogor.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur, Uskup Keuskupan Bogor sebagai selebran utama. Umat turut hadir untuk mendoakan jiwa Monsinyur Michael sekaligus mengenang teladan hidup dan pelayanan pastoral yang telah Ia persembahkan bagi Gereja, khususnya bagi Keuskupan Bogor.

Dalam homili yang disampaikan, Monsinyur Paskalis mengenang sosok Monsinyur Michael sebagai seseorang yang menerima dirinya sebagai seorang Fransiskan. Lebih lanjut, Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa Monsinyur Michael adalah pribadi yang mengikuti teladan pribadi Yusuf dan Maria.

“Monsinyur Michael berusaha mendengarkan dengan ketulusan hati untuk memahami firman Tuhan. Boleh dikatakan, beliau mengikuti cara Yusuf dan Maria dalam mengikuti tuntunan Tuhan dan melaksanakan dengan taat dan setia,” kenang Monsinyur Paskalis.

In Verbo Tuo adalah motto yang Monsinyur Michael pilih dalam masa penggembalaannya di Keuskupan Bogor. Maka sepanjang hidupnya, Ia melakukan banyak hal untuk mewartakan Kristus.

“Dalam kesempatan ini, mari kita bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan memberikan kita kesempatan untuk mengenal Monsinyur Michael. Dengan keteladanan yang Ia miliki, kita dituntun untuk semakin setia kepada Tuhan,” pesannya.

Pelayan Sejati

Monsinyur Michael lahir pada 4 Januari 1937 di Lewur, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ia mengikrarkan hidup bakti dalam Ordo Fratrum Minorum (OFM) dan ditahbiskan menjadi Imam pada tahun 1967.

Pada 10 Juni 1994, Ia ditunjuk oleh Tahta Suci sebagai Uskup Keuskupan Bogor dan menerima tahbisan episkopal pada 23 Oktober 1994. Pelayanan penggembalaannya berlangsung hingga masa emeritat pada 21 November 2013.

Selama hampir dua dekade menggembalakan Keuskupan Bogor, Monsinyur Michael dikenal sebagai sosok yang rendah hati, bersahaja, dan memiliki perhatian besar terhadap pembinaan iman umat serta kehidupan para imam.

Kedekatannya dengan umat dan kesederhanaan gaya hidupnya menjadi ciri khas kepemimpinannya sebagai seorang gembala.

Monsinyur Michael wafat pada 18 Desember 2024 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan rohani yang terus hidup dalam dinamika pastoral Keuskupan Bogor.

Semangat pelayanan yang setia, kehadiran yang membumi, serta keberpihakan kepada umat kecil menjadi teladan yang terus dikenang dan dihidupi.

Dalam peringatan satu tahun wafatnya ini, Gereja Keuskupan Bogor diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan semangat pengabdian Monsinyur Michael dalam kehidupan menggereja sehari-hari yaitu melayani dengan rendah hati, berjalan bersama umat, dan setia pada panggilan sebagai murid Kristus. Teladan hidup beliau menjadi pengingat bahwa pelayanan sejati lahir dari hati yang mau memberi diri sepenuhnya bagi Tuhan dan sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses