KEUSKUPANBOGOR.ORG — Bertepatan dengan ulang tahun Paroki Santo Vincentius a Paulo, Gunung Putri, yang ke-4 pada hari Minggu, 25 Januari 2026 dilaksanakan perayaan syukur ulang tahun serta peresmian papan nama nomor registrasi rumah ibadat Gereja Katolik.
Peresmian papan nama nomor registrasi Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius a Paulo, Gunung Putri ini dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari layanan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Ditjen Bimas Katolik) dalam mendukung tertib administrasi rumah ibadat Katolik di Indonesia.
Peresmian ini menjadi penegasan kehadiran negara dalam menjamin hak beribadah umat beragama, sekaligus bentuk pengakuan resmi terhadap keberadaan dan pelayanan Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius a Paulo, Gunung Putri dalam sistem administrasi nasional.

Meneladani Santo Vincentius a Paulo
Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dirayakan secara konselebrasi dipimpin oleh RD Marselinus Wisnu Wardhana didampingi oleh RD Yulius Eko Priyambodo. Usai Perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh berbagai pihak terlibat.

RD Yulius Eko Priyambodo selaku Pastor Paroki Santo Vincentius a Paulo, Gunung Putri menyampaikan rasa terima kasih dan syukurnya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam perjalanan paroki ini.

RD Marselinus Wahyu Dwi Harjanto selaku Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa kebinekaan ini menjadikan warna yang indah dalam hidup beragama.
“Ini menandakan keterbukaan dalam bertoleransi merupakan hal yang indah yang terjadi di Kabupaten Bogor ini. Semoga dengan kehadiran Paroki Santo Vincentius a Paulo yang sudah berjalan 4 tahun ini, semakin menjadi berkat bagi semua,” ujar Pastor Paroki Keluarga Kudus, Cibinong tersebut.

Kini giliran Bapak H. Ahmad Syukri Fanani, S.S selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa semua manusia adalah ciptaan Tuhan dan meski berbeda agama, kita adalah saudara dalam kemanusiaan.
“Kami berharap agar melalui perayaan hari ini dapat menjadi refleksi bagi kita semua atas semangat pelayanan Santo Vincentius a Paulo sebagai pelindung kaum duafa dan kaum marginal. Saya berharap kita meneladani ajaran kasih Santo Vincentius a Paulo dalam hidup kita sehari-hari,” harapnya.

Kemudian RD Mikail Endro Susanto selaku Vikaris Episkopal Kemasyarakatan Keuskupan Bogor menyampaikan bahwa Indonesia bernuansa dengan keberagaman. Perbedaan patut disyukuri karena perbedaan adalah kehendak dari Tuhan.
“Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan selamat kepada Paroki Santo Vincentius a Paulo yang telah menginjak usia ke-4 tahun. Seperti yang disampaikan oleh Kyai Syukri, jangan sampai ini hanya sebagai sebuah perayaan tetapi perlu meneladani spirit dari Santo Vincentius a Paulo. Dan ingat bahwa paroki ini tidak berjalan sendiri, namun berjalan bersama untuk membawa manfaat di tengah masyarakat. Maka, saya mengajak Romo Eko agar mengajak umat untuk membaur di tengah masyarakat,” tegas Pastor Paroki Santa Faustina Kowalska, Tajur Halang tersebut.

Kemudian perwakilan dari Kementerian Hak Asasi Manusia yaitu Bapak Martinus Gabriel Goa menyampaikan semoga paroki ini dapat beribadah dengan rasa aman dan Kementrian HAM akan mengawal terwujudnya rasa aman tersebut.

Drs. Suparman, SE., M.Si., selaku Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI menegaskan bahwa persoalan kerukunan terkait ajaran kasih dari berbagai agama. Sinergitas baik antar umat maupun institusi penyelenggaranya perlu diperkuat.
“Saya meminta umat Katolik untuk turut menjaga kerukunan antar umat agama. Semakin rukun kehidupan umat beragama, maka semakin kuat kehidupan bangsa kita,” tegasnya.
Identifikasi Resmi dan Jelas
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan papan nama nomor registrasi gereja. Ini bukanlah sekadar urusan administratif, namun simbol pengakuan dan perlindungan negara terhadap hak beribadah setiap warga negara.
Pemasangan papan nama nomor registrasi gereja ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dan upaya merawat kerukunan dalam kehidupan kebangsaan. Selain itu, pemasangan papan nama nomor registrasi gereja ini bertujuan untuk menjamin keakuratan data rumah ibadat Katolik, memberikan identifikasi resmi dan jelas, memfasilitasi pelayanan keagamaan termasuk bantuan pemerintah, dan mendukung tertib administrasi dan legalitas lembaga keagamaan.

Dengan nomor registrasi ini, Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius a Paulo, Gunung Putri tercatat secara sah dalam sistem administrasi Ditjen Bimas Katolik, sehingga memperkuat legitimasi pelayanan pastoral dan sosial yang dijalankan bagi umat.
Momentum ini menjadi simbol sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, tertib, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Peresmian papan nama nomor registrasi rumah ibadat ini diharapkan semakin meneguhkan rasa aman, damai, dan percaya diri umat dalam menjalankan kehidupan iman, sekaligus memperkuat komitmen Gereja untuk terus hadir melayani masyarakat secara inklusif dan membangun.














Proficiat St Vincentius Gunubgputri, semakin menjadi berkat bagi umat dan sesama sekitar. Amin
Kasihan ya uskup yg baik hati itu harus mengalami iskariot yg tdk hanya satu, tapi banyak. Berkah Dalem Gusti Mgr. Bruno Paskalis Syukur, O.F.M
Proficiat bagi Paroki St. Vinsensius A Paulo. Tuhan memberkati
Selamat, kehadiran gereja dalam melayani umat, sekaligus dirasakan masyarakat sekitar apapun agamanya, menjadi pancaran ajaran kasih Tuhan yg esensial
Proficiat saudaraku seiman dalam Yesus Tuhan serta dlm perlindungan st.Vincentius a Paulo.
Pelindung yg sama untuk paroki saya Paroki St.Vincentius a Paulo Keuskupan Agung Ende