
KEUSKUPANBOGOR.ORG – Sebagai bagian dari tradisi dan tahapan pembinaan calon imam, Keuskupan Sufragan Bogor kembali menggelar perayaan Ekaristi Pelantikan Lektor dan Akolit. Pelantikan ini diberikan kepada sembilan orang frater (calon imam) yang telah menyelesaikan studi Strata 1 Filsafat Keilahian di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Selanjutnya, mereka akan memasuki tahap formasi lanjutan yang disebut Tahun Orientasi Pastoral (TOP)

Perayaan Ekaristi Pelantikan Lektor dan Akolit ini dilaksanakan di Kapel Seminari Tinggi Petrus Paulus, Keuskupan Sufragan Bogor, pada Kamis, 3 September 2026. Misa dirayakan secara konselebrasi dengan Selebran Utama Mgr. Christophorus Tri Harsono, Uskup Keuskupan Purwokerto yang juga menjabat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Sufragan Bogor. Beliau didampingi oleh RD. Yosep Sirilus Natet selaku Rektor Seminari Tinggi Petrus Paulus dan RD. Alfonsus Sutarno selaku staf formator.
Kesembilan frater yang menerima pelantikan sebagai pelayan Sabda (Lektor) dan pelayan Altar (Akolit) tersebut adalah:
- Fr. Agustinus Hary Tri Hanggara
- Fr. Thomas More Yuven
- Fr. Yohanes Steven Ageng Wicaksono
- Fr. Stanislaus Kasih Patrick
- Fr. Amatus Melsasail
- Fr. Rogerius Wibran Sugiyanto
- Fr. Bonfillio Gravito Ratu Tolok
- Fr. Marcelinus Dhion Carmelli
- Fr. Giovanni Christian Tholla


Kesadaran Akan Status dan Keselarasan Tindakan
Dalam homilinya, Mgr. Christophorus Tri Harsono memberikan pesan yang sangat tegas dan radikal. Beliau mengingatkan para frater yang dilantik, maupun yang sedang dalam masa pembinaan, tentang bahaya kemunafikan. Monsinyur menegaskan bahwa kaum berjubah memiliki potensi yang jauh lebih tinggi daripada umat pada umumnya untuk jatuh ke dalam sikap munafik. Jika para frater tidak menyadari status panggilan mereka dan bertindak berlawanan dengan komitmen tersebut, mereka berisiko menjadi “orang-orang Farisi dan ahli Taurat zaman ini.”
“Sebagai seorang yang terpanggil dan dipilih oleh Allah untuk menjalani proses formasi sebagai seorang calon imam, maka hidup dan tindakan kita harus selaras dengan kehendak Allah, bukan kehendak pribadi kita. Bersaksilah untuk Tuhan, bukan untuk dirimu sendiri!” tegas Monsinyur Tri Harsono.

Pelantikan ini ditekankan bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat mutlak bahwa tindakan dan gaya hidup mereka harus selaras dengan status pelayan Tuhan yang disandang.
Di akhir perayaan, Mgr. Christophorus memberikan ucapan selamat sekaligus peneguhan. Beliau menaruh harapan besar agar kesembilan frater yang baru dilantik dapat menjalankan Tahun Orientasi Pastoral mereka dengan integritas, serta tetap setia pada jalan panggilan yang telah mereka pilih.



Penyunting Berita:
Fr. Constantino Samuel Adityo Beo Say
Filosofan Tingkat 1
