Temu Unio Bogor: Refleksi atas Tantangan Pastoral di Dunia Digital dan Kunjungan Persaudaraan

KEUSKUPANBOGOR.ORG – Pertemuan Unio Keuskupan Bogor kembali diselenggarakan pada 22–23 September 2026 di Grafika Cikole, Lembang, Bandung. Di tengah kesibukan pelayanan pastoral di berbagai paroki dan stasi di Keuskupan Bogor, para imam diajak untuk sejenak menarik diri dari rutinitas pelayanan guna berkumpul, mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman pastoral, saling mendengarkan, serta memperdalam refleksi bersama.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi para imam untuk saling meneguhkan kembali semangat dalam menjalani kehidupan dan panggilan imamat.

Refleksi Tantangan Pastoral di Tengah Dunia Digital: Oleh-Oleh dari MUNAS UNINDO 2026

Hari pertama, Selasa (22/9/2026), kegiatan Temu Unio diisi dengan dua agenda utama, yakni sharing hasil Musyawarah Nasional Unio Indonesia (MUNAS UNINDO) XV dan pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) bagi para imam.

MUNAS UNINDO XV dilaksanakan di Keuskupan Agung Medan pada 14–18 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, RD. Dionnysius Yumaryogustyn Manopo dan RD. Albertus Aris Bangkit Sihotang hadir sebagai perwakilan dari Keuskupan Bogor.

Hasil pertemuan MUNAS UNINDO tersebut kemudian dibagikan kepada para imam Unio Keuskupan Bogor. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah tantangan pastoral di tengah perkembangan dunia yang semakin pesat, khususnya perkembangan teknologi dan dunia digital.

Kehadiran AI dan platform digital lainnya pada zaman sekarang ini dapat membantu imam dalam pewartaan, akan tetapi tidak bisa menggantikan imam dalam pelayanan,” tutur RD. Aris dalam sharing refleksinya.

Tantangan terbesar yang perlu disadari para imam di tengah perkembangan dunia digital bukanlah bagaimana menjadi semakin dikenal atau populer di dunia maya, melainkan bagaimana tetap menjadi manusia Allah ketika kehidupan manusia semakin dipenuhi oleh kebisingan digital. Ketika algoritma semakin menentukan apa yang dilihat dan didengar manusia, imam dipanggil untuk membantu umat melihat dunia dengan mata iman. Ketika dunia digital menghadirkan arus informasi yang tiada henti, imam dipanggil untuk menyediakan ruang keheningan, agar umat dapat kembali mendengarkan suara Tuhan dan menemukan makna di tengah kehidupan yang semakin bising.

Bertepatan dengan Bulan Kitab Suci Nasional, kegiatan Temu Unio kemudian dilanjutkan dengan pertemuan BKSN para imam. Kegiatan ini dipandu oleh RD. Agustinus Adi Indiantono selaku Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, para imam diajak melakukan refleksi pribadi berdasarkan Sabda Bahagia dalam kaitannya dengan karya pelayanan pastoral. Tidak berhenti pada refleksi, para imam juga diajak untuk menemukan tindakan-tindakan konkret yang dapat dilakukan sebagai wujud nyata dari hasil permenungan tersebut.

Mempererat Persaudaraan melalui Dinamika Kelompok dan Kunjungan Kasih

Hari kedua, Rabu (23/9/2026), kegiatan Temu Unio diawali dengan dinamika kelompok yang dipandu oleh staf Grafika Cikole Lembang. Melalui berbagai permainan kelompok, para imam diajak membangun kerja sama, menciptakan suasana kebersamaan, serta mempererat persaudaraan di antara mereka.

Setelah dinamika kelompok, para imam juga berkesempatan menikmati berbagai fasilitas outbound yang tersedia di Grafika Cikole Lembang, seperti ATV, flying fox, dan paintball. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para imam untuk beristirahat sejenak dari kesibukan pelayanan sekaligus menikmati kebersamaan dalam suasana yang lebih santai.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Paroki Subang, Gereja Kristus Sang Penabur. Dalam kunjungan tersebut, para imam Unio Keuskupan Bogor berkesempatan berkenalan dan bersilaturahmi dengan tim pastores Paroki Subang serta beberapa umat yang hadir menyambut kedatangan para imam diosesan Keuskupan Bogor.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan di antara para imam, sekaligus berbagi pengalaman mengenai kehidupan dan pelayanan pastoral.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Paroki Subang, Gereja Kristus Sang Penabur. Dalam kunjungan tersebut, para imam Unio Keuskupan Bogor berkesempatan berkenalan dan bersilaturahmi dengan tim pastores Paroki Subang serta beberapa umat yang hadir menyambut kedatangan para imam diosesan Keuskupan Bogor.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan di antara para imam, sekaligus berbagi pengalaman mengenai kehidupan dan pelayanan pastoral.

Seluruh rangkaian Temu Unio Keuskupan Bogor kemudian ditutup dengan perayaan Ekaristi secara konselebrasi. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yustinus Monang Damanik sebagai selebran utama, didampingi oleh RD. Mikail Endro Susanto dan RD. Jimmy Rampengan.

Dalam perayaan tersebut, para imam juga bersama-sama mengucap syukur atas ulang tahun kelahiran RD. Yustinus Monang Damanik serta ulang tahun imamat RD. Jimmy Rampengan yang ke-33.

Pertemuan Unio Keuskupan Bogor menjadi ruang bagi para imam untuk sejenak berhenti dari kesibukan pelayanan, kembali membangun persaudaraan, serta memperbarui semangat dalam menjalani panggilan imamat. Melalui refleksi, kebersamaan, dan kunjungan persaudaraan, para imam diingatkan kembali bahwa perjalanan pelayanan tidak dijalani seorang diri, melainkan sebagai bagian dari persekutuan dan persaudaraan dalam Gereja.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses