Biro Caritas Keuskupan Bogor Memulai Proyek Pemulihan Pascatsunami di Pandeglang

Bogor – keuskupanbogor.org: Senin (15/7/2019), Biro Caritas Keuskupan Bogor mengadakan kegiatan Kick Off Proyek Pemulihan Mata Pencaharian dan Pengurangan Risiko Bencana Pascatsunami Selat Sunda. Kegiatan yang diadakan di Aula Pastoral Paroki BMV Katedral Bogor ini dihadiri oleh berbagai lembaga kemanusiaan dan stakeholder terkait dalam upaya pengembangan proyek serta komisi-komisi yang berada di Keuskupan Bogor. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan profil dari proyek yang akan dilakukan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten kepada stakeholder internal yang berada dalam lingkup Keuskupan Bogor. Tidak hanya itu, momen ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan pembelajaran antara lembaga kemanusiaan dan pembangunan yang relevan dengan proyek, strategi implementasi maupun keberlanjutan di masa mendatang. 

Mgr Paskalis Bruno Syukur yang saat itu hadir untuk meresmikan dimulainya proyek, mengatakan bahwa Allah yang kita imani adalah Allah yang berbelas kasih dan mencintai seluruh ciptaan-Nya. Gereja melalui Caritas mengajarkan kita untuk berbelas kasih. Ungkapan iman kepercayaan adalah dengan bertindak secara konkret. 

Uskup Keuskupan Bogor tersebut berharap agar proyek yang akan dijalankan ini dapat berguna bagi mereka yang membutuhkan. Mgr Paskalis juga mengingatkan kepada Caritas Bogor agar dapat mempertanggungjawabkan proyek ini secara profesional dan melakukannya sebaik mungkin. 

Pelayanan di 7 desa

Biro Caritas merupakan bagian dari Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Bogor. Biro Caritas Keuskupan Bogor yang bekerjasama dengan KARINA KWI ini berfokus pada pelayanan yang bersifat belarasa atau kemanusiaan yang tidak memandang suku, ras ataupun agama. 

Kali ini, Biro Caritas mengemban amanat untuk melaksanakan proyek pascatsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pelaksanaan proyek dilakukan di 7 Desa yang berada di Kecamatan Sumur. 

Pemilihan proyek ini berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain adalah akses lokasi dari ketujuh desa tersebut sangat sulit dijangkau. Untuk menuju ke sana diperlukan waktu tempuh selama 12 jam perjalanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, daerah-daerah ini belum terdapat lembaga kemanusiaan yang hadir pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu, daerah ini merupakan rekomendasi dari Pusat Studi Bencana Institut Pertanian Bogor (PSB IPB) yang sebelumnya sudah melakukan kajian di lokasi bencana di Kabupaten Pandeglang.  

Untuk alasan-alasan tersebut, Biro Caritas telah membentuk tim sejak bulan Juni 2019 dan sudah mulai berkantor di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Saat ini, tim tengah melakukan update serta verifikasi data penerima manfaat melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan. (Maria Dwi Anggraeni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.