Ambarawa – keuskupanbogor.org : Menjadi seorang imam pertama-tama adalah panggilan untuk meneruskan gelombang kebaikan Allah. Ketika para tokoh bangsa dikenal dikenal dengan julukannya Bapak Infrastuktur, Bapak Pendidikan, Bapak Reformasi dan sebagainya maka para imam biarlah dikenal dan dikenang sebagai Bapa Kebaikan.

Pesan ini disampaikan oleh Mgr Hilarion Datus Lega kepada para peserta retret yaitu imam-imam UNIO Keuskupan Bogor di Wisma Pangesti Wening, Ambarawa (rabu, 24/7).
Pada hari ketiga retret para imam ini, Bapa Uskup Mgr Datus yang didaulat menjadi pendamping retret mengajak para imam untuk melihat perjalanan panggilan dan pilihan Allah. “Panggilan haruslah selalu direkonstruksi untuk menemukan hal-hal yang menyemati dan menguatkan. Harus selalu ada kebanggaan dalam perjalan panggilan dan perutusan”, harapnya memotivasi para imam.

“Jangan pernah ada anggapan, saya dibuang”, pesannya dengan penuh semangat kepada para imam. “Apapun yang terjadi panggilan harus dilanjutkan demi Kerajaan Allah. Sukacita dan dukacita harus diolah dalam Tuhan”, tutur Uskup kelahiran Kupang ini.
Retret para imam UNIO Keuskupan Bogor masih berlanjut hingga jumat (26/7). Bapa Uskup, Mgr Paskalis pun masih setia mendampingi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan retret ini.

Pada akhir sesi, malam hari, para imam melanjutkan retret dalam sesi sharing. Setiap kelompok berisi 6-8 imam dengan beragam usia imamat. Sharing menjadi media saling menguatkan dan memperluas wawasan satu sama lain sekaligus mempererat persaudaraan seimamat dan satu korsa “Keuskupan Bogor”.
(RD David)


I have noticed you don’t monetize keuskupanbogor.org, don’t waste
your traffic, you can earn additional bucks every month with new monetization method.
This is the best adsense alternative for any type of
website (they approve all websites), for more info simply search in gooogle:
murgrabia’s tools