RP Rafael Mathando Hinganaday, SJ Rayakan Misa Perdana di Paroki St. Matias Cinere

Cinere–keuskupanbogor.org: Setelah merayakan Ekaristi syukur atas HUT ke-74 Republik Indonesia, umat Paroki St. Matias Cinere mengikuti perayaan Ekaristi perdana dari RP. Rafael Mathando Hinganaday, SJ pada hari Minggu (18/8/2019). Romo Dodo, demikian sapaan akrabnya, merupakan putra Paroki Cinere. Dalam Misa perdananya, hadir ketiga rekannya yang juga baru menerima tahbisan presbyterat, yaitu RP. Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, SJ, RP. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ, dan RP. Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ. Keempat imam ini ditahbiskan oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko pada Rabu, 1 Juli 2019 di  Gereja Santo Antonius, Kotabaru, Yogyakarta. 

Perayaan Ekaristi secara konselebrasi dirayakan bersama Pastor Paroki Cinere RD Fransiskus Xaverius Suyana, Pastor Vikaris Paroki Cinere RD Agustinus Wimbodo Purnomo, dan RD Ridwan Amo. Romo Dodo pun menjadi selebran utama dalam Misa ini.

Meneladan Maria

Mengawali homilinya, Romo Dodo menyatakan rasa syukurnya karena dapat pulang ke rumah dan merayakan Ekaristi bersama orang tua, keluarga, para guru dan teman-temannya. Romo Dodo memaparkan bahwa sudah selayaknya kita bersyukur karena masih bisa bersyukur. Menurutnya, bersyukur itu memang tidak mudah. Jika doa dan harapan kita telah dikabulkan oleh Tuhan, kita sering lupa untuk bersyukur. Bahkan tak jarang kita merasa tidak puas dan malah meminta lebih lagi pada Tuhan.

Bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Bunda Maria memberi teladan bagi kita untuk bersyukur. Dalam situasi dan kondisi yang tidak mudah, Bunda Maria menerima kenyataan bahwa dirinya telah mengandung Putra Allah. Ia sadar bahwa itu merupakan tugas yang berat, namun dengan kebesaran hatinya Bunda Maria menerima dan bersyukur atas tugas tersebut. 

Mengakhiri homilinya, Romo Dodo mengajak umat untuk senantiasa bersyukur dalam kondisi yang mudah maupun tidak mudah. Dalam kondisi tidak mudah pun sudah selayaknya kita bersyukur karena itu berarti kita masih ada kontak dengan Allah. Kondisi sulit menjadi tanda bahwa Allah masih berkenan untuk berkarya dalam diri dan hidup kita. 

Sebelum berkat dan perutusan, Romo Yono selaku Pastor Paroki memberikan cenderamata kepada Romo Dodo, Romo Tino, Romo Wahyu dan Romo Yudo sebagai ungkapan syukur yang mewakili umat di Paroki Cinere.

Semoga kita sebagai umat yang mengimani Yesus Kristus semakin mampu untuk bersyukur dalam keadaan mudah maupun tak mudah. (Stephanie Annette Siagian/Komsos St. Matias Cinere)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.