Surat Gembala Paskah 2021 Keuskupan Sufragan Bogor

“BANGKIT BERSAMA KRISTUS: KITALAH GENERASI KEBANGKITAN”

Umat keuskupan Bogor terkasih!

          Merayakan Paskah 2021 menjadi momentum untuk mempertegas jati diri kita sebagai manusia yang hidup berdasarkan iman akan Yesus Kristus. Tipe manusia beriman akan Kristus adalah manusia yang memiliki semangat untuk bangkit dari keterpurukan hidup; manusia yang memiliki cakrawala pengharapan akan fajar kehidupan baru yang lebih baik; manusia yang tidak menyerah kalah lantaran kegetiran hidup karena berbagai penderitaan, beragam duka lara, dll. Dengan kata lain, kita yang merayakan Paskah dengan iman yang teguh patut disebut generasi kebangkitan.

          Generasi ini bisa bangkit dan bangun kembali bukan atas dasar kesadaran akan kekuatan sendiri, tetapi mengakui suatu kehidupan bersama tangan kasih dan kuat kuasa Allah. Generasi ini dicirikan pula oleh sikap dan prinsip hidup tidak menyerah-kalah terhadap tantangan kesulitan, penderitaan dan kegelapan hidup. Segala penderitaan di dalam hidup dilihat sebagai suatu hal yang harus dilewati. Juga penderitaan dihadapi sebagai proses pembentukan hidup sejalan dengan apa yang dialami oleh Yesus Kristus, sang Guru sejati. Kebersatuan dengan Kristus mencakup juga kesediaan menghadapi salib kehidupan agar juga mengalami kebangkitan dan kemuliaan hidup bersama Bapa. Bahkan penderitaan yang dialami di dunia ini,   dilihat sebagai jalan pemurnian jiwa dan roh ketaatan beriman, serta sarana proses pemanusiaan diri melalui semangat belarasa terhadap sesama. Raga fana kita boleh hancur, namun jiwa kita harus bersatu dengan Kristus bersama Allah Bapa dalam persekutuan dengan Roh Kudus.

          Penderitaan karena COVID 19, kehilangan pekerjaan, kegagalan dalam hidup perkawinan, kesulitan ekonomi dalam hidup berkeluarga, ketidakadilan sosial, diskriminasi dalam masyarakat dihadapi dengan kesadaran bahwa Allah yang kita percayai tidak meninggalkan kita sendirian. Kisah Allah menyelamatkan umat Israel dibawah pimpinan Musa merupakan bukti kebenaran iman ini. Musa menegaskan komitmen Tuhan kepada umatNya: “Jangan takut, bertahanlah! Kamu akan melihat apa yang dilakukan Tuhan untuk menyelamatkan kamu. Tuhan akan berjuang untuk kamu”(Bdk. Kel 14: 13). Dia terus memberikan masa depan yang penuh harapan. Daya kekuatan baru diberikanNya untuk melewati ini semua. Janji itu disampaikan Tuhan melalui Nabi Yehezkiel: “Roh Ku akan Kucurahkan kedalam hatimu dan kamu akan Kujaga supaya hidup menurut hukum-hukumKu serta mentaati segala perintah-Ku” (Yehz 36:27).

          Keyakinan seperti ini merupakan isi terdalam dari pembaruan janji baptis kita dalam malam Paskah: “Aku percaya”. Seruan “Aku percaya” ini mengandung komitmen meneruskan perjalanan hidup ini dalam dan bersama Allah. Aku percaya bahwa Allah terus menerus melakukan karya-karya besar serta mahadahsyat di hadapan manusia. Kebangkitan Yesus dari Nazareth merupakan suatu karya agung yang tak bisa dipahami secara penuh oleh akal budi manusia. “Aku percaya” bahwa Yesus dari Nazareth itu hidup. Dia yang telah menderita, wafat di salib, kini dibangkitkan Allah. Kepercayaan ini ditegaskan oleh malaikat dalam Injil malam Paskah: “Jangan takut, Kamu mencari Yesus, orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini” (Mrk 16: 1-7).  “Aku percaya” akan seruan malaikat itu.

          Warta Paskah paling mendasar ialah Yesus bangkit, Yesus hidup. Kebangkitan Yesus memberikan pengharapan (HOPE) bagi kita yang percaya kepadaNya. Harapan membuat kita yang seharusnya mati karena dosa, kita hidup. Karena ada harapan, maka kita tidak hidup dalam kekecewaan, depresi, putus asa, hilang harapan, yang semuanya itu membuat kita hidup dalam “kultur kematian” (the culture of death) dengan cara membuat banyak keputusan yang salah dalam hidup, berpikir negatif, yang akhirnya membawa kesakitan fisik dan jiwa. Dengan kita percaya pada Allah yang bangkit, kita mengisi pikiran dan hati menjadi berpikir dan merasakan secara ilahi, sebab Roh Tuhan telah dianugerahkan kepada kita. Dan itu membawa kita menjadi orang yang optimis, penuh kreatif menemukan jalan keluar di hadapan kebuntuan hidup, penuh semangat dan kehangatan. Kita dipenuhi oleh Roh Nya, sehingga Allah bisa bekerja leluasa menggenapi rencanaNya bagi kita semua hingga akhir zaman.

          Allah tidak bisa “menggunakan” orang-orang yang depresi, berpikir sempit dan negatif, untuk dijadikan partnerNya dalam karya keselamatan. Karena kecenderungan orang-orang seperti itu adalah destruktif dan egosentrik. Beda dengan orang-orang yang penuh optimis karena selalu menaruh harapan di dalam hidupnya. Mereka mau melakukan segala sesuatu dengan “all out” memberikan hidup bagi orang-orang di luar dirinya. Itulah yang terjadi dalam diri para rasul, yang mengalami transformasi diri dan cara mewartakan berkat karunia Kebangkitan Kristus. Mereka menjadi misionaris injili (penginjil yang transformatif) yang membawa dan mempengaruhi transformasi pada banyak orang. Generasi kebangkitan sesungguhnya generasi yang diubah oleh Injil Tuhan kita Yesus Kristus.

Selamat Paskah.

Mgr Paskalis Bruno Syukur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.