Pelayanan Rohani Katolik Bagi Warga Binaan, Romo Endro: Tumbuhkan Pengharapan!

Komisi Sahabat Lapas Keuskupan Bogor yang berfokus pada pelayanan kepada para warga binaan pada hari Selasa (19/10/2021) siang pada pukul 10.00 WIB mengadakan Pelayanan Rohani Katolik dengan mengadakan Misa dari Paroki Santa Faustina Kowalska-Tajur Halang. 

Misa yang dapat diikuti secara streaming dan dapat diakses melalui kanal YouTube Komisi Sahabat Lapas dan Komsos Paroki Santa Faustina Kowalska ini dipimpin oleh RD Mikail Endro Susanto yang merupakan Pastor Paroki Santa Faustina Kowalska-Tajur Halang. 

Mengawali homilinya, RD Mikail Endro Susanto mengatakan bahwa seringkali kita mendengar mengenai dosa asal yang dikatakan sebagai dosa yang diturunkan oleh Adam dan Hawa. Padahal dosa asal bukanlah dosa yang diturunkan oleh Adam dan Hawa tetapi dosa yang berasal dari ketidaksetiaan atas anugerah yang telah Tuhan berikan kepada manusia pertama yaitu anugerah kehendak bebas. 

“kita tahu bagaimana Adam dan Hawa di Taman Firdaus diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk menikmati segala yang ada disana, bahkan manusia juga diberikan kuasa untuk memberikan nama-nama terhadap tumbuhan dan binatang. Dengan memberikan segala kebebasan itu, Tuhan hanya meminta agar Adam dan Hawa tidak memetik dan memakan buah pengetahuan. Tapi Adam dan Hawa menyalahgunakan kehendak bebas yang telah Tuhan berikan dengan melanggar larangan Tuhan dengan memetik dan memakan buah pengetahuan hanya karena kesombongan dan keangkuhan yang meliputi dirinya serta ambisi ingin menyamai Tuhan. Tuhan tidak membentengi pohon tersebut karena Tuhan masih memberikan kehendak bebas kepada manusia pertama untuk menaati perintah-Nya atau melanggar larangan-Nya. Karena kehendak bebas yang Tuhan berikan disalahgunakan, maka Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Dan seperti yang kita ketahui, ketika jatuh ke dalam dosa hidup akan terasa tidak nyaman dan tidak mengalami ketrentaman. Itu terbukti dari Adam dan Hawa,” ujar Romo Endro. 

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa walaupun manusia jatuh ke dalam dosa, kita mesti menyadari bahwa kita masih memiliki Tuhan yang penuh kerahiman. Memiliki Tuhan yang penuh kasih, memiliki Tuhan yang penuh cinta, dan Tuhan yang tidak dendam kepada umat-Nya yang hancur ke dalam dosa. Tuhan hadir untuk orang yang berdosa. Romo Endro pun mengutip perkataan dari Santa Faustina dari Kowalska yang menggambarkan tentang kerahiman Tuhan yaitu Tuhan itu tidak pernah menghukum mereka yang berdosa tapi Tuhan akan mendekat kepada setiap pribadi-pribadi yang berdosa agar merasakan dekapan-Nya dan merasakan kerahiman-Nya atas rahmat pengampunan. Kehadiran Tuhan bukan untuk kelompok tertentu, bukan untuk bangsa tertentu, bukan hanya untuk kelompok orang yang bersih tapi adalah untuk kita semua.

“Saya mengharapkan tumbuhnya pengharapan dalam diri saudara-saudari, khususnya yang merupakan warga binaan yang saat ini masih menjalankan binaan entah itu di Paledang ataupun Pondok Rajeg. Tumbuhkan pengharapan dalam masa menjalankan pembinaan dan saya mengingatkan bahwa apa yang dialami saat ini adalah kehendak Tuhan untuk merasakan kasih dan cinta-Nya. Ketika kita menyadari kedosaan yang kita punya dan kita berniat untuk bertobat dan berubah maka disitulah ada rahmat yang datang dari Tuhan yang akan mendatangkan keselamatan. Maka untuk mencapainya ada unsur yang perlu dicapai yaitu taat dan setia. Ketika sudah taat dan setia maka kita akan menemukan berkat yang menuntun kita merasakan cinta dan kasih Tuhan. Dan untuk mencapai ketaatan dan kesetiaan kita harus memiliki kerendahan hati. Sikap kerendahan hati untuk siap dibentuk, diubah, dan diperbaiki supaya menjadi pribadi-pribadi yang bertobat dan akhirnya merasakan kasih Tuhan serta merasakan keselamatan itu sendiri,” pesan Vikaris Episkopal Kemasyarakatan tersebut kepada para warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.