Edukasi Biro Caritas Terhadap Kesiapsiagaan Di Tingkat Desa

Biro Caritas Bogor adalah organisasi sosial di bawah Keuskupan Sufragan Bogor. Didirikan pada Juli 2018 sebagai Lembaga Pelayanan Kemanusiaan dibawah Komisi Pembangunan Sosial Ekonomi Keuskupan Sufragan Bogor. Salah satu kegiatan mereka dalam pelayanan adalah terlibat langsung dengan bantuan tanggap darurat dengan menurunkan Tim Respon Kemanusiaan pada tanggal 24-28 Desember 2018. Caritas Bogor saat ini mengadakan sosialisasi edukasi kesiapsiagaan ketangguhan desa terhadap ancaman bencana yang ada. Caritas Bogor memusatkan perhatian untuk mengedukasi masyarakat yang ada di kecamatan sumur yang terdiri dari 7 Desa (Sumber Jaya, Kertajaya, Kertamukti, Tunggal Jaya, Cigorondong, Taman Jaya, Ujung Jaya).

            Edukasi ini dilakukan oleh Biro Caritas pada Selasa dan Rabu, 23 – 24 November 2021 di Hotel Asoka Tanjung Lesung. Edukasi ini melibatkan BPBD Pandeglang, DPMPD Pandeglang, Staff Pemerintah Kecamatan, Staff Pemerintah Desa, anggota forum PRB Desa, Tim Program dan Keuangan Caritas Bogor. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat desa mampu merencanakan, mempersiapkan dan menyusun strategi berkelanjutan guna mencapai ketangguhan disetiap desa.

            Selasa, 23 November telah dilakukan diskusi terfokus rencana kerja Forum PRB pada siang hari. Pada forum PRB ini setiap perwakilan desa mengisi formulir penilaian ketangguhan desa masing-masing. Ketangguhan desa dilihat dari fasilitas kesehatan, kontribusi desa terhadap kegiatan kebencanaan. Setelah itu diadakan peninjauan ulang untuk memastikan kembali kondisi terkini dari tiap desa.

            Rabu, 24 November, Sesi pertama Edukasi ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak H.Fauzi. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan yel yel yang semakin menambah semangat para peserta. Dalam kesempatan hari ini RD Yulius Eko Priambodo sebagai DIrektur Biro Caritas Keuskupan Sufragan Bogor juga menyampaikan sambutan. Di awal sambutan nya Romo Eko menyampaikan terima kasih kepada seluruh perangkat dan masyarakat desa karena selama berkarya boleh diterima sebagai saudara tanpa melihat perbedaan agama. Beliau berharap semoga ilmu yang diberikan dapat berguna dan berjalan lancar serta tali silahturahmi tetap terjalin dengan baik. Setelah itu dilanjutkan kata sambutan oleh Bapak Camat yang bernama Bapak Chaerudin sebagai Camat dari Kecamatan Sumur. Kurang lebih Beliau mengatakan supaya kita harus kompak menyingkapi banyak hal dalam menghadapi bencana. Lalu, harapan nya ialah agar bisa bersinergi antara pemerintah dan masyarakat supaya terbentuk desa-desa yang maju.

            Sebelum masuk sesi kedua Edukasi, Frater Mario mengajak para peserta bermain game agar para peserta tetap semangat. Warga masyarakat juga mendapatkan bekal atau pemaparan dari BPBD yang disampaikan oleh Bapak Usep Mulyadi. Beliau menyampaikan mengenai beberapa hal tentang upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana serta sosialisasi panduan fasilitas desa tanggap bencana 2021. Selanjutnya pemaparan dari DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa) yang disampaikan oleh Bapak Raden Samsam Setia Mulya. Beliau menyampaikan bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat khususnya di Kabupaten Pandeglang untuk divaksinasi yang masih dibawah 50%. Sesi ketiga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab perwakilan dari beberapa peserta.

            Edukasi ini ditutup dengan pengumuman dari Bapak Daniel selaku Program Manajer Caritas Keuskupan Sufragan Bogor bahwa akan diberikannya KIT Darurat kepada 700 Kepala Keluarga dari 7 desa tersebut. Setelah itu, dilanjutkan dengan doa penutup yang dipimpin oleh H. Fauzi.

JOVAN – KOMSOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.