Mgr Paskalis: Mari Bersama Menghidupi Ekaristi, Dalam Misa Pembukaan Tahun Ekaristi dan Toleransi

Bertepatan dengan Pesta Pembaptisan Tuhan, Sabtu 8 Januari 2022 di Gereja Paroki Beatae Mariae Virginis, Katedral-Bogor diselenggarakan Misa Pembukaan Tahun Ekaristi dan Toleransi. Misa yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unio Bogor pada pukul 17.00 WIB ini menjadi awal dalam memulai tahun pastoral yang memiliki tema “Ekaristi dan Toleransi Demi Transformasi Dalam Gereja Sinodal”. 

Misa dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur dan didampingi oleh RD Yohanes Suparta, RD Yohanes Driyanto, RD Marsellinus Wisnu Wardhana, RD Andreas Arie Susanto, RD Mikail Endro Susanto, dan RD Paulus Haruna. 

“Kami mengajak umat yang telah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus untuk bersama-sama menghidupi Ekaristi sepanjang tahun 2022. Mari kita mendalaminya, memahaminya dan tentu saja melaksanakan pesan-pesan Tuhan yang disampaikan melalui Ekaristi. Maka  Keuskupan Sufragan Bogor menetapkan tahun ini sebagai Tahun Ekaristi. Marilah kita meneguhkan iman kita bersama, mari kita berjalan bersama, berjuang bersama dengan keyakinan bahwa Tuhan yang menetapkan Ekaristi senantiasa meneguhkan kita,” tutur Mgr Paskalis. 

Ekaristi, Warisan Istimewa yang Diberikan Oleh Tuhan 

Keuskupan Sufragan Bogor menetapkan Tahun 2022 sebagai Tahun Ekaristi dan Toleransi. Hal ini menjadi istimewa karena umat Keuskupan Sufragan Bogor diajak untuk dapat mendalami makna Ekaristi yang merupakan warisan yang istimewa yang diberikan Tuhan Yesus Kristus kepada kita. Ekaristi juga merupakan sumber kehidupan bagi umat Katolik yang sepatutnya menjadi peneguhan dalam perjalanan iman. 

Dalam homili yang disampaikan oleh Mgr Paskalis, Uskup Keuskupan Sufragan Bogor tersebut mengatakan bahwa ada tiga unsur pokok yang menjadi agenda dan perhatian dalam usaha karya pastoral di Keuskupan Sufragan Bogor khususnya di tahun 2022, ketiga unsur pokok itu adalah; Ekaristi, Toleransi Moderasi Hidup Beragama, dan Tranformasi Nyata Dalam Gereja Sinodal.

Masih dalam homili tersebut, Mgr Paskalis mengajak agar umat Keuskupan Sufragan Bogor dapat memusatkan perhatian pada Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi yang khas bagi Gereja Katolik merupakan puncak sumber kehidupan bagi orang-orang yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik.

“Pada tahun 2022 ini, saya mengajak kita sekalian untuk kembali kepada Yesus yang merupakan sumber kehidupan kita dalam Ekaristi. Perlahan-lahan kita kembali menghayati Ekaristi yang selaras dengan ajaran agama kita. Maka saya mengajak kita semua untuk mendalami dan memberi perhatian khusus bagi Ekaristi. Penghayatan kita sebagai orang Katolik yang dibaptis menempatkan Ekaristi sebagai yang utama dalam hidupnya. Kita diajak agar kita memahami iman kita, maka di Tahun Ekaristi ini kita diajak untuk belajar bersama melalui program berjalan bersama untuk memahami mengenai ajaran Tuhan dalam Perayaan Ekaristi. Mungkin ada segelintir orang yang berkata: untuk apa saya ke gereja? saya bisa berdoa di rumah. Pernyataan tersebut bukanlah perkataan orang Katolik, karena iman harus dihidupi dan dihayati sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan. Kita perlu berusaha mewujudkan persatuan kita dengan Tuhan melalui hubungan kita terhadap sesama yang ditandai dengan semangat kasih dan persaudaraan. Mari kita rayakan Ekaristi dan menjadi tanda nyata bahwa kita adalah manusia-manusia Ekaristis,” ujar Mgr Paskalis dalam homilinya. 

Komsos Keuskupan Sufragan Bogor 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!