Rekoleksi Sinode Para Uskup Paroki Kristus Raja-Serang

Rangkaian kegiatan dalam rangka Sinode Para Uskup kali ini berlangsung di Paroki Kristus Raja Serang. Acara ini dihelat pada Minggu, 06 Maret 2022 yang berpusat di Aula Alexander. Tema  yang diangkat dalam rekoleksi ini adalah “Transformasi Pelayanan Pastoral” dengan jumlah peserta sebanyak 53 orang yang merupakan utusan dari lingkungan-lingkungan yang ada di Paroki Kristus Raja Serang dengan kriteria: mereka yang selama ini merasa tidak diperhatikan / kurang terlayani oleh gereja serta mereka yang selama ini merasa disisihkan atau yang berperan aktif didalam kehidupan mengereja tetapi tidak mendapat perhatian yang selayaknya.

Acara ini dipandu oleh fasilitator dari Keuskupan Bogor yang terdiri RD. Yohanes Suparta – Vikjen sekaligus Ketua Umum Sinode para Uskup- Keuskupan Sufragan Bogor, RD. Marselinus Wisnu Wardhana – Sekjen Keuskupan Bogor, bapak Yohanes Don Bosko  Doho dari Paroki Keluarga Kudus  Cibinong, bapak Mikael Agus Muhardi dari Paroki BMV Katedral ( Ketua OC), ibu Yuliana Rini Dwi Yuliandari dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong, Suster Dorothea PBHK, bapak Anton Sulis dari Joannes Baptista –  Parung,  (Ketua SC), serta ibu Yanti Christ dari Paroki St Ignatius Loyola Semplak ( Sekretariat)

Acara diawali sambutan oleh RD. Yohanes Suradi selaku Pastor Paroki sekaligus tuan rumah. Dalam sambutannya RD. Yohanes Suradi mengatakan bahwa kadang merasa saya sudah menjadi pelayan yang baik. bapak-ibu juga suster merasa sudah aktif dalam menggereja dengan baik. Sangatlah tepat pada saat ini kita diajak oleh bapa Paus untuk merenungkan dan merefleksikan: apa sesungguhnya pelayanan serta Pastoral itu supaya kitapun berani untuk berperan aktif, membuka diri menjadi lebih baik. Menjadi kesempatan yang baik bagi kita untuk mengefaluasi  apakah saya sudah berpelayanan dengan benar dan tulus sebagai imam yang diharapkan oleh gereja dan dikendaki oleh Tuhan?. Demikian pula  sebagai anggota gereja kadang-kadang kita terharu dan merasa diri sudah terlibat  segalahnya didalam bidang pelayanan, namun pertanyaan yang menjadi pertanyaan kita bersama, “Apakah saya sudah berkenan pada Tuhan? Apakah dalam perjalanan pastoral ini kita sudah melayani Tuhan dan kita sudah disebut membanggakan Tuhan?”.  Untuk menjawab semuanya ini maka mari kita merefleksikan diri melalui pertemuan sinode  Berjalan Bersama para gereja sesungguhnya.   Berjalan bersama  antara iman sebagai pelayan dan juga umat yang dilayani. Sebagai biarawan maupun biarawati yang tergabung didalam paroki kita harus berjalan  bersama untuk menuju kepada yang dikehendaki Tuhan.  

Berdasarkan hai ini maka para fasilitator dari Keuskupan mengajak kita  untuk merefleksikannya supaya  kita semakin hari semakin berkenan kepada Tuhan, membanggahkan Tuhan  dan semakin menjadi orang yang percaya diri bahwa Tuhan Yesus yang saya imani ini bukan karena kebetuan, Tuhan Yesus yang saya perjuangkan selama ini bahkan harus terus menerus diperjuangkan melalui pelayanan, kita datang disekitar altar maupun aktivitas kita diluar altar ini benar-benar menjadi suatu yang menjadi  kebanggaan saya. Ternyata  juga kita mengalami kendala dan persoalan  yang paling besar yaitu kadang kesombongan kita entah sebagai pelayan maupun aktivis dalam gereja. Harapan semoga kegiatan ini bisa terjawab apa yang kita berjuang untuk menjadi lebih baik  dan juga mengantarkan kita dalam permenungan ini menjadi anggota gereja atau pelayan gereja yang baik.

Dalam sambutannya RD. Yohanes Suparta  mengatakan bahwa sebelum gereja itu lahir,  kita tahu bahwa ada para Rasul yang diutus Yesus, kemudian ketika Yesus naik ke surga Yesus menjanjikan Rohkudus dan Rohkudus itu dicurahkan yakni pada hari raya Pentakosta (hari ke-50 setelah kebangkitan Kristus). Pencurahan Roh Kudus ini juga  kita rayakan sebagai kelahiran Gereja. Artinya gereja lahir, ada, tumbuh dan berkembang karena Rohkudus itu. Yesus meletakan dasar-dasar tetapi kemudian Ia membuat lahir kembali dan membuat berlangsung sampai sekarang ini. Semua adalah karuniah Rohkudus dan Rohkudus itulah  yang dicurahkan kepada kita lewat pembaptisan.

Berdasarkan hal ini maka hari ini Bapa Paus mengajak kita  untuk berkumpul bersama bersinode dan terutama yang mau kita rayakan adalah kehadiran Rohkudus itu sendiri. Kita mau merayakan kebersamaan dalam Rohkudus. Berkat Rohkudus itu bapa Paus meyakini bahwa kita semua bisa  berperan  dan ambil bagian  serta mempunyai kualitas untuk berperan dalam menggereja karena kita “digunakan Rohkudus” untuk mengembalikan gereja itu. Dengan kesadaran itulah bapa Paus memperluas cakupan Sinode yang awalnya hanya para uskup tetapi memperluasnya dengan melibatkan seluruh umat karena keyakinan bahwa Rohkudus yang sama itulah yang melindungi kita  sehingga menjadi lebih luas, semakin banyak orang yang dilibatkan maka semakin banyak pula kesadaran-kesadaran baru yang perlu kita wujud dan kembangkan untuk menghidupkan Rohkudus dan menghidupi gereja itu. Hasil proses Sinode ini diharapkan agar kita mendengarkan Rohkudus, kita diajak untuk memikirkan  gereja yang akan menjadi lebih baik. Sesuai dengan tema Transformasi Pastoral maka tentu bagaimana kita semua  dapat sungguh menghadirkan gereja sebagai karya nyata  Rohkudus, tidak hanya ditempat ini tetapi diseluruh gereja dikeuskupan maupun di gereja universal.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ibadat pembuka yang pimpin oleh RD.  Marselinus Wisnu Wardana dan Suster Dorothea,  BHK. Selanjutnya diadakan sharing yang dibagi dalam 4 kelompok

Tujuan Pokok dari Rekoleksi adah agar kita diingatkan bersama untuk:

  1. Menghidupkan semangat “jalan bersama” (untuk menyegarkan iman umat dan untuk menguatkan semangat sebagai “teman seperjalanan” bagi umat lain, serta mengingatkan bahwa karya penyelamatan Tuhan bekerja dalam himpunan keluarga umat Allah, bukan orang per orang, 
  2. Membuka diri terhadap Roh Kudus (rekoleksi menjadi saat untuk membiarkan diri untuk dibimbing dan mendengar Roh Kudus – melepaskan dominasi otak/pikiran – memberi ruang lebih pada suara hati)
  3. Mengambil peran dalam upaya pengembangan Gereja Katolik, (rekoleksi dimaksudkan untuk memberi ruang pada setiap orang berpartisipasi – terlibat, menemukan, menyampaikan – hal baik demi perkembangan Gereja baik di tingkat keuskupan maupun di tingkat universa)
  4. Menemukan kesegaran baru dalam hidup beriman (rekoleksi dimaksudkan agar umat dapat menemukan kesegaran atau energi baru untuk karya perutusan selanjutnya)

Rekoleksi sinode ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh RD. Yohanes Suparta sebagai selbran utama dan didampingi oleh RD.  Marselinus Wisnu Wardana dan RD. Yohanes Suradi sebagai konselebran.

Dalam homilinya RD. Yohanes Suparta mengatakan bahwa kisah mengenai pencobaan di padang gurun ini menjadi refleksi bagi kita tentang membangun identitas diri kita sebagai orang beriman. Kita sebagai makluk spiritual atau makluk  beriman karena kita menyadari bahwa  satu hal yang kita miliki tetapi tidak dimiliki makluk lain  yaitu iman. Kita bukan sekedar orang yang berakal budi dan pikiran tetapi  kita adalah orang yang mempunyai iman.

Stanis Kwen-Komsos Gereja Kristus Raja Serang

One thought on “Rekoleksi Sinode Para Uskup Paroki Kristus Raja-Serang

  1. Djoko Ptiharto/ Gereja Kristus Raja Serang, Kelompok 4 says:

    Saya sangat bersyukur dipilih oleh ketua lingkungan St. Yakobus Bp. Andreas Susanto, untuk menghadiri Rekoleksi ini bersama 4 teman lainnya… Dimana saya yang saat ini belum di baptis iman Katolik tapi sudah di tunjuk untuk bisa menghadiri seminar ini… Puji Tuhan… Syukur pada Allah… ini semakin menguatkan hati, jiwa dan roh dalam diri saya untuk memantapkan dalam beriman dan berkeyakinan Katolik… Maaf saat kemarin shering saya tidak manjawab apa yang ditanyakan dalam shering tersebut…dan maaf kepada Suster Dorothea…mungkin agak kecewa dengan saya, tapi saya tiap pagi misa harian jam 6, dan saya diberi jabatan dilingkungan untuk mengurus kematian lingkungan St. Yakobus…. Demikian saya sampaikan, terimakasih atas semua pelayanan pada saat rekoleksi… Tetap melayani, setia dalam jalan Tuhan…. Tuhan memberkati kita semua…. Amin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses