Rekoleksi Sinode Para Uskup Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani

Loading

Rangkaian kegiatan Sinode Para Uskup di Keuskupan Bogor masih terus berlanjut di wilayah Dekanat Utara. Pada hari Sabtu (19/3/2022) Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani menjadi paroki yang mengadakan rekoleksi sinode. Rekoleksi sinode hari ini bertema kemasyarakatan dan dihadiri oleh 60 peserta. 

Dalam sambutannya, RD Dionysius Adi Tejo Saputro selaku Pastor Paroki Bunda Maria Ratu-Sukatani mengatakan bahwa pada dasarnya kita hidup di tengah tengah masyarakat yang beragam. Sebagai orang Katolik maka harus mengambil bagian dalam peran hidup bermasyarakat tersebut agar dapat dikenal dan juga mengenal lingkungan.

Dalam sambutan yang diberikan oleh Fasilitator Sinode, Ia mengatakan bahwa dalam menjalankan kehidupan beriman hendaknya kita jangan mudah terbawa arus, harus memiliki pendirian dan juga hendaknya mampu berpegang pada prinsip yang mengarah pada kebaikan bersama. Jangan bertele-tele untuk menjadi pewarta kabar baik bagi sesama, tunjukkan dengan tindakan yang nyata dan tidak membuang waktu. Selain itu hendaknya mampu membawa pengharapan untuk orang lain, bukan malah menumbuhkan/menghasilkan nilai skeptisisme. Pada akhirnya tetap jangan pernah lelah untuk memohon bantuan roh Kudus dalam kehidupan dan untuk kehidupan Gereja itu sendiri.

Kegiatan dilanjutkan dengan ibadat pembuka yang dipimpin oleh Fr Paulus Herlambang Prasetyo.

Membuka Diri Terhadap Roh Kudus 

Dalam sesi pengantar yang disampaikan oleh fasilitator dikatakan bahwa rekoleksi dimaksudkan untuk menghidupkan semangat jalan bersama, menyegarkan iman umat, rekoleksi juga mengingatkan karya penyelamatan Tuhan dalam himpunan keluarga Allah. Selain itu rekoleksi dimaksudkan untuk membuka diri terhadap Roh Kudus, mengambil peran dalam upaya pengembangan Gereja Katolik dan menemukan kesegaran baru dalam hidup beriman. 

Tidak hanya itu, mengambil peran dalam upaya pengembangan Gereja Katolik juga menjadi tujuan rekoleksi yang dimaksudkan untuk memberi ruang pada setiap orang untuk berpartisipasi. Yaitu terlibat, menemukan, dan menyampaikan hal baik demi perkembangan Gereja baik di tingkat keuskupan maupun universal.

Tuhan Sebagai Pusat Dari Segala Sesuatu 

Pada sesi Narasi Refleksi yang dibawakan oleh Ibu Rini, peserta sinode yang hadir diajak untuk menyadari perubahan-perubahan yang terjadi di dunia ini menyebabkan situasi yang paradok. Perubahan yang pesat dalam kehidupan manusia menimbulkan ketidakseimbangan dan menciptakan penciutan ruang refleksi pribadi dan semakin menumbuhkan distorsi nilai dalam berelasi karena tanpa perjumpaan dan kehadiran. Atas keadaan tersebut, Gereja percaya bahwa kunci, pusat, dan tujuan seluruh sejarah manusia terdapat pada Tuhan dan oleh karenanya setiap manusia yang hendak menemukan keseimbangan dan kedamaian harus kembali kepada Tuhan. Gereja mempercayai bahwa dibalik segala perubahan yang terjadi saat ini, ada yang tetap tidak berubah, yaitu Tuhan Yesus Kristus. 

Dipanggil Untuk Mewujudkan Komitmen 

Masih dalam sesi narasi refleksi, peserta diajak untuk menyadari bahwa sebagai komunio, kesatuan umat Allah, kita dipanggil untuk mewujudkan komitmen kita terhadap persoalan masyarakat dimana kita tinggal. Kita ditantang untuk membuka mata terhadap persoalan-persoalan bersama di sekitar kita, terutama persoalan-persoalan yang diderita saudara yang miskin dan terpinggirkan. 

Panggilan keterlibatan umat beriman dalam masyarakat didasarkan pada pengertian bahwa Allah menciptakan orang bukan untuk sendiri-sendiri melainkan membentuk persatuan sosial. Begitu pula Ia bermaksud menguduskan dan menyelamatkan orang bukan satu per satu melainkan dalam persekutuan umat yang mengakuinya dalam kebenaran dan mengabdi kepadaNya dengan suci. Oleh karenanya setiap orang diharapkan secara aktif bertanggungjawab dan turut serta dalam mengupayakan kesejahteraan umum dan lain lain karya pelayanan yang meningkatkan kesejahteraan hidup banyak orang.

Gereja terbangun untuk memberikan kesaksian akan Yesus Kristus. Kehadirannya harus sungguh dapat dirasakan semua orang yang dijumpainya dalam perjalanan. Gereja harus mewujud dalam langkah-langkah nyata dalam perjalanannya bersama dengan semua keluarga manusia. 

Hidup di tengah situasi yang paradok, dan begitu banyaknya persoalan hidup yang dirasakan di dalam masyarakat. Kita dipanggil untuk terus menjadi Garam dan Terang. Dinamika hidup dan kesukarannya, tidak boleh menyurutkan keberadaan umat beriman untuk menjadi Garam dan Terang bagi masyarakat dimana mereka tinggal. 

Menghidupkan Semangat Jalan Bersama

Usai sesi narasi refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing berkelompok. Peserta yang hadir dibagi ke dalam kelompok-kelompok. Peserta didampingi oleh para tim fasilitator keuskupan di masing-masing kelompok. Peserta diajak untuk mau terbuka dalam memberikan sharing. Setelah sesi sharing, dilanjutkan dengan sesi peneguhan yang dibawakan oleh RD Marselinus Wisnu Wardhana.

Dalam sesi peneguhan ini disampaikan bahwa sebagai orang Katolik kita adalah garam dan terang dunia. Jangan hanya menjadi orang yang pasif dalam menjadi garam tersebut. Akan tetapi hendaknya kita semua mampu untuk terjun langsung aktif ke dalam lingkungan sekitar. Jangan hanya menunggu akan tetapi mau memulai untuk melakukan hal hal baik demi kepentingan sesama. Pada akhirnya kita semua adalah orang Kristiani yang berperan penting bagi kehidupan Gereja. Gereja akan tetap hidup apabila kita semua mau aktif dan terus menghasilkan ide ide luhur demi masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan rekoleksi sinode ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang diadakan secara konselebrasi. RD Yosef Irianto Segu menjadi konselebran utama dan didampingi oleh RD Dionysius Adi Tejo Saputro, dan RD Marselinus Wisnu Wardhana. 

Dalam homili yang disampaikan, disebutkan bahwa berdasarkan bacaan hari ini kita diajak untuk membuka diri dan hati terhadap sapaan dari Allah.

Jangan berkeras hati terhadap kepentingan Gereja dan sesama.

Mengenal Allah berarti mau mendengar sapaan dan juga mau untuk memberikan kesaksian dalam kehidupan sehari-hari.

Fr Paulus Herlambang Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!