Ajang Jumpa Para Penggerak Muda Lintas Iman dan Kepercayaan Dalam Forum Temu Kebangsaan Orang Muda 2022

Setelah dua tahun vakum akibat dampak pandemi, Forum Temu Kebangsaan Orang Muda (selanjutnya disebut Forum Tembang) kembali dilaksanakan pada 1-3 Juli 2022 lalu di Cico Resort, Bogor. Forum pertemuan penggerak muda lintas iman dan kepercayaan ini merupakan forum yang diinisiasi oleh lima organisasi yaitu Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Biro Pemuda dan Remaja Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jaringan GUSDURian, Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (DPN PERADAH), dan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI). 

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Orang Muda Dalam Merawat Indonesia Sebagai Rumah Bersama”, forum pertemuan ini dihadiri oleh peserta-peserta terpilih yang berasal dari organisasi lintas iman dan kepercayaan seperti Jaringan GUSDURian, Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia, Biro Pemuda dan Remaja Persatuan Gereja – Gereja di Indonesia, Pandu Ahlulbait, PAKIN (Pemuda Agama Khonghucu Indonesia) Cibinong, AMSAW (Ahmadiyya Muslim Students Association for Woman), Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI), Pemuda Ahmadiyah, Pemuda Lintas Agama Padang, GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta, Banjarmasin, Makassar, dan Padang, GASA (Global Active Student Association) dan Komunitas MAGIS Jakarta.

Ketua Acara Forum Tembang 2022, yaitu Thomas Albertin menyampaikan bahwa gelaran acara tidak diadakan secara daring karena mengingat pertemuan penggerak lintas iman dan kepercayaan ini membutuhkan interaksi lebih aktif dan bonding satu dengan yang lainnya untuk menjadi sebuah tim, karena pasca acara ini semua penggerak yang bertemu akan melakukan rencana tindak lanjut. Ia pun memastikan bahwa acara ini melaksanakan rangkaian protokol kesehatan yang ketat. 

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa Forum Tembang 2022 meletakan fokus diskusi pada tema “Indonesia Sebagai Rumah Bersama”, yang dimaksud adalah pemenuhan hak-hak setiap warga negaranya secara inklusif dan nondiskriminatif. Pertemuan menjadi penting

Pengalaman Berharga

Benediktus Firnando, anggota aktif Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Keuskupan Bogor yang turut menjadi salah satu peserta yang berkesempatan menghadiri dan berdinamika dalam Forum Tembang 2022 menceritakan pengalaman yang Ia alami selama tiga hari bertemu dan berproses bersama dengan orang muda dari lintas agama. 

Pengalaman tersebut Ia katakan berharga karena dalam kesempatan ini dapat berdiskusi bersama dengan rekan kaum muda lainnya tentang bagaimana merawat Indonesia sebagai sebuah rumah bersama dari berbagai sektor kehidupan, seperti sektor pendidikan, lingkungan, anti korupsi media, dan kewirausahaan. Banyaknya pengetahuan yang Ia dapatkan di dalam Forum Tembang membuatnya semakin termotivasi dalam merealisasikan hasil-hasil diskusi yang didapat ke tempat dimana Ia berkarya. 

Terkait dengan fokus diskusi pada tema “Indonesia sebagai Rumah Bersama” di dalam Forum Tembang, Benediktus Firnando menyoroti bahwa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama dan suku bangsa memang harus menjadi rumah bersama untuk para masyarakatnya. Maka dari itu, Ia beserta peserta lainnya dibina untuk peka merawat Indonesia sebagai rumah bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!