BKSN Ala Dekanat Tengah

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Berbeda dari sebelumnya, ada yang menarik dari pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang dihadiri para Pastor yang berkarya di Dekanat Tengah Keuskupan Bogor. Pasalnya kegiatan ini dilaksanakan dengan mengusung konsep kemping selama dua hari satu malam yaitu pada hari Selasa-Rabu (6-7/9/2022) yang berlokasi di Eagle Hill Camp Adventure, Megamendung. 

Kegiatan diawali dengan berkumpul di area taman doa Paroki Santo Yakobus Rasul, Megamendung lalu dilanjutkan dengan makan siang dan rombongan para Pastor menuju lokasi kemping. Setelah pembagian tenda, masing-masing Pastor beristirahat dan memulai kegiatan di sore harinya. 

RD Yustinus Joned Saputra selaku Pastor Dekan Dekanat Tengah menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan di area kemping ini merupakan sebuah alternatif yang dipilih agar para peserta yang terdiri dari para Pastor yang berkarya dan tinggal di wilayah Dekanat Tengah ini dapat lebih dekat dengan alam dan sejenak melakukan refreshing di sela-sela kesibukan sebagai seorang Pastor. Dengan mengadakan kemping bersama diharapkan terwujud waktu yang berkualitas dan menikmati suasana yang berbeda dari hidup keseharian. 

Kemudian RD Agustinus Adi Indiantono memandu sharing BKSN di sesi pertama. Meski hujan deras, tampak para Pastor yang hadir tetap antusias dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan BKSN diakhiri dengan ibadat penutup yang kemudian dilanjutkan dengan acara keakraban dan api unggun. 

Jalan Bersama

Keesokan harinya, diadakan Misa di alam terbuka untuk mengawali hari. Misa dipimpin oleh RD Alfonsus Sombolinggi. Setelahnya dilanjutkan dengan sarapan dan kegiatan jalan bersama yang dinamakan ‘Camino’ menuju area tracking menyusuri bukit, hutan dan sungai. 

“Kegiatan yang diberi nama Camino menjadi ajang para Imam dalam mewujudkan kerjasama, saling membantu, saling memperhatikan, saling peduli dan saling menyemangati,” tutur RD Yustinus Joned Saputra.

RD Yohanes Suparta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini cukup menarik karena mengemas rekreasi, sharing BKSN, sharing pastoral, dan menjalin kebersamaan menjadi satu kesatuan. Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor tersebut juga mengatakan bahwa melalui kegiatan Camino, para Imam saling membantu dan menemani di dalam perjalanan menyusuri sungai dan hutan. Ada hakikat jalan bersama yang dapat dimaknai dari perjalanan Camino ini, “Ketika ada yang jalannya mulai melambat, semua turut melambat. Saling membantu ketika ada yang kesulitan dan sama-sama beristirahat ketika ada yang sudah merasa lelah,” tutur Imam Diosesan Keuskupan Bogor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!