Misa Pemberkatan Minyak Suci dan Pembaharuan Janji Tahbisan Jelang Tri Hari Suci

Loading

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Pada hari Selasa (26/4/2024) pagi, diadakan Misa Pemberkatan Minyak Suci dan Pembaharuan Janji Tahbisan. Para Suster, Bruder, Frater serta puluhan umat turut hadir dalam Misa yang dilaksanakan sebelum Tri Hari Suci ini. Iringan lagu dan nyanyian yang dibawakan oleh koor dari para Seminaris Seminari Menengah Stella Maris, Keuskupan Bogor mengiringi langkah Uskup serta para Imam Diosesan dan Imam Tarekat Religius yang berkarya pelayanan di Keuskupan Bogor memasuki Gereja Paroki BMV Katedral, Bogor. 

Misa Pemberkatan Minyak Suci dan Pembaharuan Janji Tahbisan ini dirayakan secara konselebrasi, dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur didampingi oleh RD Yohanes Suparta selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor dan RD Paulus Haruna selaku Pastor Paroki BMV Katedral, Bogor. 

Imam adalah Saksi Tuhan Dalam Mewartakan Iman

Dalam homili yang disampaikan, Mgr Paskalis mengatakan rasa terima kasihnya kepada para Pastor yang setia berjalan bersama di Keuskupan Bogor ini. Baginya, para Imam sudah dengan tulus dalam melayani umat dan Monsinyur Paskalis turut bersyukur karena Tuhan mengutus para Imam dalam hidup persekutuan di Keuskupan Bogor ini. 

“Dalam tradisi Gereja Katolik, para Imam adalah orang yang diutus oleh Tuhan kepada Gereja-Nya, kepada umat-Nya. Tuhan mengutus mereka untuk menggembalakan domba-domba-Nya di Keuskupan Bogor. Percayalah bahwa mereka dengan tulus memberikan pelayanan,” tutur Monsinyur Paskalis. 

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia tersebut pun menjelaskan bahwa misi dan tanggung jawab para Imam adalah menjadi saksi Tuhan agar iman umat akan Yesus Kristus semakin diteguhkan. Meyakinkan mereka dengan cara hidup di dalam Yesus Kristus dan menunjukkan bahwa pilihan hidup sebagai seorang Imam adalah benar, tepat dan membahagiakan. 

“Jangan pernah melupakan ikatan dengan Uskup dan sesama Imam. Saya tekankan pada sesama Imam, kolegialitas antar Imam adalah hal yang penting dalam menjalankan tugas karya pastoralnya. Karena sesama Imam harus saling mendukung dan menguatkan dalam keseharian. Ini adalah ajaran Gereja yang perlu dihidupi untuk dapat membantu menjadi manusia yang sehat karena manusia yang sehat adalah manusia yang mampu berelasi dengan menjalin pertemanan,” tegasnya. 

Seorang Imam dipanggil pula untuk mewartakan kabar sukacita, maka perlu ditampilkan dalam laku hidupnya yang senantiasa bersukacita dan menyemangati umat dalam menjalani peziarahan hidup. Maka Uskup dan Imam haruslah menjadi pribadi yang setia dan bergembira membangun relasi dengan Imam dan sesama, menjadi pribadi misioner serta membangun persaudaraan sejati melalui janji tahbisan sebagai Imam di Keuskupan Bogor ini. 

“Kita diajak untuk menjadi man of prayer. Kita diajak untuk berdoa hening di hadapan Sakramen Mahakudus dan berdoa bersama di dalam komunitas serta melakukan karya-karya baik di dalam nama Tuhan,” pesannya kepada para Imam. 

Penghayatan akan Kesetiaan

Uskup dan para pastor memperbarui janji tahbisannya sebagai sebuah penghayatan kesetiaan akan janjinya serta mewujudkannya dalam kehidupan imamatnya yakni setia menjalani tugas pelayanan layaknya Yesus Kristus yang mempersembahkan diri-Nya di tengah-tengah manusia. Sebelum memperbaharui janji imamatnya, Uskup dan para pastor telah menjalani rekoleksi dan sakramen pertobatan pada hari Senin (25/4/2024) lalu di Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor. 

Dalam pembaharuan janji tahbisan, para Gembala Keuskupan Bogor tersebut berjanji untuk hidup lebih bersatu kepada Tuhan Yesus Kristus, berusaha menjadi serupa dengan Dia di dalam setiap rupa tugas pelayanan yang dijalankan, serta meninggalkan diri untuk lebih setia kepada komitmen yang diikrarkan saat tahbisan yaitu komitmen untuk merayakan Ekaristi dan pelayanan sakramen-sakramen Gereja, memaklumkan Sabda Tuhan, dan melaksanakan pelayanan karya cinta Kasih Kristus. 

Pemberkatan Minyak Suci

Usai pembaharuan janji tahbisan, Uskup serta para pastor memberkati tiga jenis minyak suci yang akan digunakan dalam Sakramen Gereja. Ketiga jenis minyak itu adalah; 

  1. Minyak Katekumen atau Oleum Catecumenorum, minyak ini digunakan untuk memberkati calon baptisan 
  2. Minyak Krisma Suci atau Sacrum Crisma, minyak ini digunakan Uskup dan para Pastor untuk tahbisan episkopal, tahbisan presbyterat, tahbisan diakonat, pengudusan gereja, pengudusan altar, serta beberapa kepentingan liturgi lainnya 
  3. Minyak untuk orang sakit atau Oleum Infirmorum, minyak yang digunakan untuk pengurapan orang sakit 

Di dalam Gereja Katolik, minyak suci melambangkan daya kuasa Allah yang menyembuhkan, daya kuasa Allah yang memberi kekuatan bagi perjuangan hidup, serta melambangkan penyertaan Allah dalam tugas perutusan dan kepemimpinan. Ketiga jenis minyak yang telah diberkati tersebut akan dibagikan kepada para pastor paroki untuk disimpan di tempat yang terhormat dan dipergunakan dalam keperluan di paroki masing-masing. 

Sebelum mengakhiri Misa, Mgr Paskalis menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasihnya kepada para Imam yang berkarya di Keuskupan Bogor yang menjalankan tugas perutusannya dengan baik, termasuk kepada para Imam yang tengah diutus untuk menjalankan tugas bermisi di keuskupan lain maupun bertugas untuk studi di luar negeri. Ia pun mengajak para umat turut mendoakan setiap karya pelayanan yang Ia dan para Imam jalankan di Keuskupan Bogor. 

One thought on “Misa Pemberkatan Minyak Suci dan Pembaharuan Janji Tahbisan Jelang Tri Hari Suci

  1. Yohanes says:

    Semoga para imam tercinta diteguhkan dalam panggilan suci untuk mengajar, memimpin dan menguduskan. Dianugerahkan kesehatan dan terus tumbuh dalam hikmat dan kebijaksanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!