KEUSKUPANBOGOR.ORG – Gereja Paroki Santo Ignatius Loyola yang terletak di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Semplak, Kabupaten Bogor memulai proses renovasi sarana penunjang gereja sejak tahun 2024 lalu. Usai proses renovasi tersebut, dilaksanakan Misa Syukur Peletakan Relikui dan Pemberkatan Gedung Pastoral Santo Paulus Paroki Santo Ignatius Loyola, Semplak pada hari Sabtu, 25 Januari 2025. Misa dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur sebagai Selebran Utama didampingi Mgr Christophorus Tri Harsono, RD Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, RD Antonius Dwi Haryanto, RD JM. Ridwan Amo dan RP Benedictus Harry Juliawan SJ.
Mengawali Misa, Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa pada hari ini kita semua diberkati karena setelah berproses untuk melakukan renovasi sarana penunjang paroki berupa gedung pastoral di Paroki Santo Ignatius Loyola, Semplak. Oleh karena itu, kita patut bersyukur atas anugerah kebaikan-kebaikan Tuhan yang Dia berikan kepada kita.
Proses Kesetiaan dan Kebersamaan
Dalam homili yang disampaikan, Monsinyur Paskalis mengatakan hal yang diturunkan Santo Ignatius Loyola adalah ketaatan total pada Gereja Roma Katolik. Apapun yang terjadi dalam Gereja, Santo Ignatius Loyola tetap menegaskan bahwa dirinya tetap setia.
“Kesetiaan dan ketaatan pada Gereja adalah hal yang diajarkan oleh Santo Ignatius Loyola. Maka berbahagialah kita memiliki Santo pelindung paroki ini agar kita mampu belajar dari ketokohannya,” tutur Uskup Keuskupan Bogor tersebut.

Lebih lanjut, Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa renovasi dan pembangunan sarana karya pastoral paroki ini adalah sebuah proses kebersamaan yang kita jalani bersama serta merupakan anugerah yang telah Tuhan berikan kepada umat di paroki ini.
Peletakan Relikui Santo Ignatius Loyola
Relikui yang diletakan di Altar adalah Relikui dari Santo Ignatius Loyola. Dalam agama Katolik, relikui memiliki makna yang sangat penting dan sakral. Relikui adalah sisa-sisa atau peninggalan dari orang-orang kudus, seperti tubuh, tulang, atau benda-benda yang pernah digunakan oleh mereka.

Relikui dianggap sebagai simbol kekudusan dan kesucian, serta sebagai sarana untuk memperkuat iman dan devosi umat Katolik. Relikui juga dipercaya memiliki kekuatan untuk membawa berkat dan perlindungan.
Jenis-jenis relikui dalam agama Katolik:
- Relikui Utama (Reliquia Primaria): Sisa-sisa tubuh orang kudus, seperti tulang atau jaringan tubuh.
- Relikui Sekunder (Reliquia Secundaria): Benda-benda yang pernah digunakan oleh orang kudus, seperti pakaian, perhiasan, atau alat-alat liturgi.
- Relikui Kontak (Reliquia Contactus): Benda-benda yang pernah bersentuhan dengan relikui utama atau sekunder.
Relikui yang diletakan di Gereja Paroki Santo Ignatius Loyola adalah Relikui Sekunder yang berasal dari Jubah Santo Ignatius Loyola.

Relikui dimasukan ke dalam lubang yang telah disiapkan di Altar. Dalam lubang tersebut dimasukan juga piagam Relikui dimana dinyatakan hari, bulan, dan tahun dedikasi altar, nama Uskup yang merayakan ritus dedikasi, pelindung gereja dan nama orang Kudus yang ditempatkan.
Semua Karena Rahmat Tuhan
“Semua ini karena rahmat Tuhan yang dihadirkan kepada umat di Paroki Santo Ignatius Loyola. Dalam proses pembangunan banyak dinamika dan proses yang telah dilalui. Untuk itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Uskup, Kuria, Lanud Atang Sendjaja serta seluruh umat yang telah terlibat,” tutur RD Antonius Dwi Haryanto selaku Pastor Paroki Santo Ignatius Loyola, Semplak menyampaikan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa cita-cita paroki ini telah terkabul dengan telah selesainya pembangunan gedung pastoral penunjang sarana di paroki ini. Mari kita bersukacita atas hal ini.
RP Benedictus Harry Juliawan SJ selaku Provinsial Serikat Yesus menyampaikan rasa sukacitanya karena diterima di Keuskupan Bogor meski Serikat Yesus tidak berkarya pastoral di keuskupan ini meski begitu Serikat Yesus hadir melalui kelompok-kelompok awam yaitu Christian Life Community (CLC), dan Jesuit Refugee Services (JRS).

Ia pun menyampaikan dirinya berbangga karena Santo Ignatius Loyola menjadi nama pelindung paroki ini. Semoga semangat iman yang dimiliki Santo Ignatius Loyola hadir di tengah-tengah umat.

Kemudian RD Yoseph Maria Marcelinus Bintoro selaku Vikaris Jenderal (Vikjen) Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) mengucapkan ucapan selamat kepada paroki ini. Harapannya semangat Ordinariatus Castrensis Indonesia dapat bertumbuh di tengah-tengah umat.

Mgr Christophorus Tri Harsono yang merupakan Uskup Keuskupan Purwokerto yang turut hadir pada hari ini. Ia secara khusus hadir karena merupakan putra Paroki Santo Ignatius Loyola, Semplak. Ia pun berpesan bahwa kita semua belajar banyak dari paroki ini yang bertumbuh. Kesempatan ini sangat baik kita sadari untuk semakin beriman kepada Tuhan.

“Betapa bahagianya saya menjadi bagian dari keluarga besar ini. Saya sangat mengapresiasi pertumbuhan paroki ini,” tutur Bapak Kolonel Penerbang Andy Ferdinand Picoulima, S.sos, selaku Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara.
Dalam kesempatan ini, Ia pun mengajak umat yang hadir untuk bersyukur atas pertumbuhan iman. Gedung ini tentu dibangun atas dasar persekutuan yang bersatu padu untuk tujuan menumbuhkan iman bersama. Melalui peresmian ini Ia berharap agar ada komitmen dan harapan baru untuk membangun komunitas jemaat dan masyarakat. Selain itu, Ia pun berpesan agar umat di paroki ini dapat membangun sinergitas dengan masyarakat sekitar.














