KEUSKUPANBOGOR.ORG – Senin, 21 Juli 2025 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) Santo Yohanes Penginjil Keuskupan Bogor. Bertempat di Pusat Pastoral Keuskupan Bogor, kegiatan lepas sambut ini menjadi penanda berakhirnya masa pembelajaran peserta angkatan ke-18 sekaligus penyambutan peserta baru angkatan ke-20.

Acara diawali dengan Misa yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Bogor yaitu Mgr Paskalis Bruno Syukur didampingi oleh RD Agustinus Adi Indiantono selaku Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Bogor.
Dalam homilinya, Mgr. Paskalis mengajak seluruh peserta KPKS untuk merenungkan makna pembelajaran Kitab Suci dalam kehidupan beriman.
“Dalam bacaan Injil tadi, Yesus menyampaikan bahwa ada yang lebih besar dari Yunus dan Salomo. Hal ini dikatakan kepada orang-orang Farisi yang tidak merasakan kehadiran-Nya, karena hati mereka tertutup. Padahal, tidak perlu ada lagi tanda, sebab Yesus sendiri sudah hadir di tengah mereka. Dia-lah Sang Juruselamat,” ujar Monsinyur Paskalis.

Lebih lanjut, Monsinyur Paskalis menekankan bahwa mempelajari Kitab Suci tidak berhenti pada pengenalan intelektual belaka. “Kita belajar bukan hanya untuk diri kita sendiri. Kita belajar untuk semakin mengenal Yesus Kristus sebagai jalan, kebenaran, dan kehidupan, dan kemudian mewartakan-Nya. Tugas kita adalah menelusuri dan menyelami setiap bagian Kitab Suci agar kita akrab dengan Yesus dan mampu mewartakan Injil dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Dalam sambutan usai Misa, RD Agustinus Adi Indiantono menyampaikan rasa syukurnya atas pertumbuhan dan antusiasme peserta KPKS. Tahun ini, peserta angkatan ke-20 berjumlah 204 orang. “Membaca Kitab Suci bukan semata-mata untuk menguasai isinya, tetapi untuk dinikmati, direnungkan, dan menjadi bagian dari hidup harian kita. Terima kasih atas ketekunan dan kesetiaan yang telah ditunjukkan,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Ketua KPKS, MF Widyastuti Estiningtyas, dalam sambutannya menyampaikan harapan dan arah pembinaan di KPKS. “Para peserta akan dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang Kitab Suci, keterampilan membaca Kitab Suci secara pribadi yang berguna dalam pelayanan sabda, serta spiritualitas sebagai pelayan sabda yang sadar akan tanggung jawabnya kepada Allah dan sesama,” jelasnya.

Sebagai penutup, beberapa pengajar dan pengurus KPKS turut berbagi kisah, pengalaman, dan semangat pelayanan mereka dalam sesi sharing. Suasana akrab dan penuh sukacita mewarnai perjumpaan ini, meneguhkan kembali misi KPKS sebagai wadah formasi iman yang mengakar dalam Sabda Allah dan berbuah dalam pewartaan nyata di tengah umat.













Proficiat! Semoga ke depannya dimungkinkan untuk misa perutusan dilakukan secara hybrid, untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin menerima berkat langsung melalui kehadiran utuh.