Dalam Misa Tirakatan, RD. Agustinus Herman Yoseph Sudarto Dikenang atas Kesetiaan 31 Tahun Imamat

KEUSKUPANBOGOR. ORG — Keuskupan Bogor berduka atas berpulangnya RD. Agustinus Herman Yoseph Sudarto, Imam Diosesan Keuskupan Bogor, pada hari Sabtu, 19 September 2026, pukul 18.46 WIB di RS Sentosa, Kemang, Parung.

Kepergian Pastor yang akrab disapa Romo Darto ini meninggalkan duka bagi keluarga, para imam, sahabat, serta umat yang mengenal dan menerima pelayanan beliau selama menjalankan panggilan imamat.

Jenazah Romo Darto kemudian disemayamkan di Kapel Sacra Familia, Gedung ex-seminari Keuskupan Bogor. Pada hari Minggu, 20 September 2026, umat bersama para imam Keuskupan Bogor berkumpul dalam Misa Tirakatan untuk mendoakan almarhum sekaligus mengenang perjalanan hidup dan panggilan imamatnya.

Misa Tirakatan tersebut dirayakan secara konselebrasi dengan RD Ignatius Heru sebagai selebran utama, didampingi oleh RD Paulus Haruna, RD Yustinus Dwi Karyanto, RD Kristoforus Lamensani, RD Antonius Garbito Pamboaji, RD Agustinus Wimbodo Purnomo, RD Yohanes Driyanto, dan RD Aloysius Tri Harjono.

Sosok yang Baik dan Patut Diteladani

Dalam homilinya, Romo Ignatius Heru mengenang Romo Darto sebagai pribadi yang dikenal suka berbincang. Namun, percakapan bersamanya tidak sekadar obrolan ringan. Filsafat, teologi, spiritualitas, dan berbagai topik lainnya kerap menjadi bahan pembicaraan, sehingga meninggalkan kesan yang baik bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya.

Salah satu hal yang secara khusus dikenang dalam homili adalah kesetiaan Romo Darto dalam menjalani panggilan imamat selama 31 tahun. Kesetiaan tersebut menjadi kesaksian sekaligus teladan yang patut dihormati dan dikenang oleh umat.

Menurut Sekretaris Keuskupan Bogor tersebut, perjalanan imamat Romo Darto tidak terlepas dari berbagai tantangan duniawi yang harus dihadapinya. Namun, keyakinan dan kepercayaannya kepada Kristus menjadi kekuatan yang meneguhkannya dalam menjalani panggilan tersebut.

Kini, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya, Romo Darto diyakini telah memenangkan pertandingan kehidupan dalam iman kepada Kristus.

Misa Tirakatan menjadi ungkapan doa dan penghormatan umat atas kehidupan serta pelayanan Romo Darto, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang kesetiaan seorang imam yang selama 31 tahun telah memberikan dirinya dalam pelayanan kepada Tuhan dan Gereja.

Kesaksian Teman Angkatan

Kesan serupa juga disampaikan oleh RD Yustinus Dwi Karyanto, yang merupakan teman seangkatan almarhum dalam menjalani panggilan imamat. Ia mengenang Romo Darto sebagai seorang teman bicara yang menyenangkan.

Menurut Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari tersebut, salah satu keunikan Romo Darto adalah kemampuannya mengaitkan satu topik pembicaraan dengan topik lainnya. Di balik sosoknya yang dikenal banyak berbicara, Romo Dwi melihat pribadi yang gemar berpikir serta memiliki keinginan untuk membagikan wawasan-wawasan baru kepada orang-orang di sekitarnya.

“Selamat jalan, sahabat perjalanan panggilanku, Romo AHY. Terima kasih untuk setiap percakapan, wawasan baru yang dibagikan, dan dukungan yang diberikan selalu dalam setiap perjalanan panggilan imamat.”

Kesaksian tersebut menjadi salah satu ungkapan penghormatan bagi Romo Darto, bukan hanya sebagai seorang imam, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir melalui percakapan, pertukaran wawasan, dan dukungan dalam perjalanan panggilan imamat.

Umat Diajak Untuk Terus Mendoakan

Rangkaian penghormatan dan doa bagi Romo Darto akan dilanjutkan pada Senin, 21 September 2026 melalui Misa Requiem yang akan dirayakan pada pukul 10.00 WIB di Paroki BMG Katedral, Bogor. Setelah Misa Requiem, jenazah Romo Darto akan diantar menuju Kalimulya untuk dimakamkan.

Umat diajak untuk terus mendoakan almarhum agar Tuhan Yang Maharahim menerima dan menyambutnya dalam kehidupan kekal, serta menganugerahkan istirahat kekal dalam damai Kristus.

Selamat jalan, Romo Darto. Semoga kesetiaan dalam menjalani panggilan imamat selama 31 tahun menjadi kesaksian iman dan kenangan yang senantiasa hidup dalam hati umat. Requiescat in Pace.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses