Penyampaian Rekomendasi Pastoral Menuju Gereja yang Sinodal Dalam Rekoleksi Pra Sinode Para Uskup di Keuskupan Bogor

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Dalam rangkaian kegiatan Pra Sinode Para Uskup di Keuskupan Bogor, di hari kedua yaitu pada hari Jumat (17/6/2022) sore, Peserta diajak untuk menyimak Pemaparan Rekomendasi Pastoral Menuju Gereja yang Sinodal.  

Pemaparan Rekomendasi Pastoral ini dibagi menjadi dua sesi. Di sesi pertama, materi disampaikan oleh RD Aloysius Tri Harjono dan dimoderatori oleh Bapak Anton Sulis. 

Dalam pengantar yang disampaikan oleh moderator, disampaikan bahwa pemaparan materi ini merupakan segala sesuatu yang dianggap baik untuk menindaklanjuti keutamaan dalam sinode dan akan disampaikan butir-butir pertobatan sinodal. Lalu disampaikan pula langkah-langkah pastoral mengenai keutamaan-keutamaan pelaksanaan Sinode yang membawa kepada kebaikan Gereja Universal. 

Rekomendasi yang dipandang baik untuk dilakukan untuk menyembuhkan diri dari dosa-dosa sinodal, yang disampaikan ini bukanlah reksa pastoral melainkan disebut sebagai inspirasi pastoral. Inspirasi ini ditindaklanjuti dalam menyusun rekomendasi pastoral. Pun dapat pula menjadi inspirasi bagi pertobatan sinodal personal atau menjadi refleksi pribadi. 

“Di dalam penyampaian pastoral diharapkan mulai dapat melakukan simulasi imajiner untuk menyikapi butir pertobatan dan langkah pastoral. Harapannya proses dapat diduplikasi dalam menjalani pertobatan sinodal,” Harap Ketua SC Pelaksanaan Sinode Para Uskup tingkat keuskupan di Keuskupan Bogor tersebut. 

Butir-butir Pertobatan

Di dalam materi yang disampaikan oleh RD Aloysius Tri Harjono, dipaparkan butir-butir pertobatan yang dapat menjadi inspirasi pastoral. Butir-butir tersebut ialah:

Butir pertama, yaitu mendengarkan dan melibatkan Roh Kudus dalam semua upaya untuk memberikan kesaksian tentang kasih Allah. Langkah pastoral dalam keseharian yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan kesadaran umat tentang pentingnya pelibatan Roh Kudus dalam hidup keseharian
  2. Menumbuhkan kebiasaan refleksi
  3. Membudayakan latihan rohani untuk melatih ketajaman spiritual umat 
  4. Pertobatan yang terus menerus untuk memurnikan motivasi dalam karya pelayanan 

Butir kedua, yaitu menghidupi sebuah proses gerejawi yang partisipatif dan inklusif. Langkah pastoral dalam keseharian yang dapat dilakukan adalah: 

  1. Gembala yang hadir dan menyapa melalui kunjungan
  2. Membangun cara kerja pastoral yang menjangkau pelayanan bagi seluruh umat, terutama yang jauh dan diam
  3. Menumbuhkan karakter pelayan pastoral yang terbuka dan rendah hati
  4. Animasi pastoral bukan sentralisasi pastoral
  5. Menumbuhkan kesalingpekaan dan kesalingpedulian di antara sesama umat, utamanya yang miskin, bermasalah, sakit, diam dan jauh
  6. Pendampingan atau pelayanan pastoral khusus bagi yang miskin, lansia, difabel, keluarga bermasalah dan mereka yang pernah meninggalkan Gereja 

Butir ketiga, yaitu mengakui dan menghargai kekayaan dan keragaman karunia dan kharisma umat serta menemukan cara-cara pelibatannya. Langkah pastoral dalam keseharian yang dapat dilakukan adalah: 

  1. Menjumpai Tuhan melalui orang lain
  2. Mengenali dan menghargai berbagai perbedaan sebagai kekayaan bersama
  3. Menumbuhkan persekutuan umat yang berkualitas 
  4. Mengembangkan cara kreatif bagi keterlibatan dari aneka kekayaan keragaman karunia dan kharisma umat
  5. Kesadaran berbagi karunia dan kharisma bagi kebaikan gereja dan keluarga manusia 
  6. Berbagi peran pastoral dengan orang lain atau kelompok lain
  7. Memberikan kesempatan kepada perbedaan dan kekurangan orang lain untuk berperan
  8. Mengampuni. Dalam proses berpastoral seringkali menyebabkan orang patah arang dan terluka dalam melakukan pelayanan pastoral. Dengan belajar memberikan pengampunan dapat memulihkan luka dalam berpastoral 
  9. Membangun persaudaraan sejati keluarga manusia. Misi perutusan umat beriman hanya dapat diwujudkan dalam membangun persaudaraan di tempat dimana dia berada
  10. Merayakan perjumpaan. Segala kebaikan yang dicapai bersama harus disyukuri dan dirayakan. Perayaan ini sekaligus mensyukuri segala karunia dan kharisma dalam mewujudkan kebaikan bagi bersama

Di sesi kedua, materi disampaikan oleh RP Agustinus Anton Widarto, OFM. Materi yang disampaikan masih berupa lanjutan butir-butir pertobatan. 

Butir keempat, yaitu memastikan penggunaan kekuasaan dan kewenangan gerejawi yang baik. Langkah pastoral dalam keseharian yang dapat dilakukan adalah: 

  1. Penghayatan misi perutusan 
  2. Kesadaran akan keteladanan pastoral 
  3. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap praktek keteladanan pastoral (cara hidup dan kinerja pastoral) 
  4. Pendampingan dan pembinaan pastoral bagi klerus, hidup bhakti dan para aktivis umat
  5. Kebijakan dan program pastoral yang berorientasi pada penguatan keimanan umat

Butir kelima, yaitu mewujudkan komunitas Katolik sebagai subyek yang dapat diandalkan dalam karya kebaikan bagi keluarga manusia. 

Dalam mewujudkan keandalan dalam kerasulan kemanusiaan dapat dilakukan beberapa hal:

  1. Keteladanan pastoral dalam kepedulian kemanusiaan
  2. Semakin memahami ajaran Gereja Katolik tentang kerasulan kemanusiaan
  3. Memulai dari yang terkecil dan terdekat
  4. Hadir dan menyapa mereka yang miskin, lemah dan menderita
  5. Gereja yang berpihak pada mereka yang miskin, lemah dan menderita

Mewujudkan keandalan dalam kerasulan kemasyarakatan

  1. Keteladanan pastoral dalam keterlibatan sosial kemasyarakatan
  2. Semakin memahami ajaran Katolik mengenai keterlibatan sosial kemasyarakatan
  3. Mulai dari keluarga
  4. Setia dalam berbagai penolakan
  5. Bersama dalam keseharian 
  6. Mendengarkan dan memperjuangkan keadilan
  7. Terlibat dalam keterbatasan
  8. Setia pada nilai 

Mewujudkan keandalan dalam kerasulan ekologi 

  1. Keteladanan pastoral ekologi 
  2. Mendalami ajaran Gereja tentang melestarikan lingkungan
  3. Memulai dari lingkup terkecil 
  4. Mengerti dan mencintai alam

Butir keenam, yaitu Ekaristi sebagai pusat dan sumber kesegaran dan kekuatan dalam membangun sinodalitas gerejawi. Memahami dan menghidupi Ekaristi sebagai sumber dan puncak kekuatan sinodalitas

Keenam butir-butir pertobatan ini merupakan satu kesatuan dan bersifat utuh yang harus dikerjakan bersama-sama melalui proses berjalan bersama. 

One thought on “Penyampaian Rekomendasi Pastoral Menuju Gereja yang Sinodal Dalam Rekoleksi Pra Sinode Para Uskup di Keuskupan Bogor

  1. Martin Harun ofm says:

    Sayang bahwa web keuskupanbogor dibuat sedemikian sehingga aneka bahan yang mau saya pakai bersama kelompok, tidak bisa dikopi. Harus diketik ulang berarti tidak dipakai. Mohon pengelola web membicarakan dengan kuria keuskupan apa maksud web dan bahan yang disampaikan dalam web: hanya ditonton saja atau juga dipakai bersama umat lokal?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!