
KEUSKUPANBOGOR.ORG – Dewan Keuangan Keuskupan Bogor (DKKB) kembali mengadakan pertemuan tahunan bersama para Pastor Paroki dan Dewan Keuangan Paroki se-Keuskupan Bogor pada Minggu, 27 September 2026. Pertemuan yang dilaksanakan di Aula Lantai 4 Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Bogor ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pengelolaan keuangan, menyampaikan laporan tahunan, serta memperkuat koordinasi dan keberlanjutan sistem keuangan di setiap paroki.

Sebelum rangkaian kegiatan dimulai, para Pastor Paroki dan anggota Dewan Keuangan Paroki yang hadir terlebih dahulu mengikuti makan siang bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Administrator Apostolik Keuskupan Bogor, Mgr. Christoforus Tri Harsono.
Dalam sambutannya, Mgr. Tri mengajak umat untuk mensyukuri dan berbangga atas kesatuan yang dimiliki Gereja Katolik, termasuk dalam sistem pengelolaan keuangan. Menurutnya, kesatuan sistem tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan agar pengelolaan keuangan Gereja dapat berjalan secara baik, tertata, dan berkelanjutan.
“Melalui pertemuan ini, kita diajak untuk meneruskan sistem yang sudah terbentuk dan menjaga keberlanjutannya, khususnya dalam penataan serta pengelolaan keuangan,” demikian pesan Mgr. Tri dalam sambutannya.

Laporan Keuangan dan Progres Pembangunan Gereja Citra Maja
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan laporan penggunaan keuangan tahunan Keuskupan Bogor. Pemaparan disampaikan oleh Ekonom Keuskupan Bogor, RD. Andreas Arie Susanto, bersama Ekonom Keuskupan bagian Aset dan Karya, RD. Lukas Wiganggo.
Selain laporan keuangan tahunan, pada sesi ini juga disampaikan perkembangan pembangunan Gereja Citra Maja. Laporan progres pembangunan disampaikan oleh Bapak Anton selaku anggota Dewan Keuangan Keuskupan Bogor.
Hingga saat ini, pembangunan Gereja Citra Maja telah mencapai 74 persen dan telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Penyampaian laporan tersebut menjadi bagian dari bentuk pertanggungjawaban Keuskupan dan Panitia Pembangunan Gereja kepada umat atas penggunaan dana kolekte yang telah diberikan untuk mendukung pembangunan Gereja Citra Maja.

Koordinasi, Komunikasi, dan Konsolidasi
Dalam sesi yang sama, Ekonom Keuskupan juga menyampaikan pentingnya pola koordinasi yang mencakup koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan keuangan di Keuskupan Bogor.
Hal ini menjadi penting mengingat adanya pergantian anggota Dewan Keuangan Paroki seiring berakhirnya masa pelayanan. Oleh karena itu, setiap Dewan Keuangan Paroki diimbau untuk melakukan koordinasi dan mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan sebelum terjadinya pergantian kepengurusan. Dengan demikian, proses pelayanan dapat terus berjalan dengan baik dan keberlanjutan pengelolaan keuangan tetap terjaga.
Pada kesempatan tersebut, Ekonom Keuskupan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Dewan Keuangan Paroki atas dedikasi, pelayanan, dan pemberian diri dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan di masing-masing paroki.


Mengenal dan Mengelola Aset Keuskupan
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai aset Keuskupan Bogor. Sesi ini disampaikan oleh RD. Lukas Wiganggo selaku Ekonomat Aset Divisi Pengembangan Karya.
Dalam pemaparannya, RD. Lukas menjelaskan mengenai berbagai aset serta karya yang dimiliki dan dikelola oleh Keuskupan Bogor. Sesi ini menjadi bagian dari upaya untuk memberikan pemahaman kepada para Dewan Keuangan Paroki mengenai pengelolaan aset dalam mendukung keberlangsungan karya dan pelayanan Gereja.
Apresiasi bagi Paroki dalam Pengelolaan Solidaritas
Seluruh rangkaian pertemuan ditutup dengan pemberian apresiasi dan penghargaan kepada paroki-paroki yang dinilai telah melakukan perhitungan dan pengumpulan solidaritas bulanan paroki secara tepat dan akurat.
Sebanyak delapan paroki menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas ketelitian dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan solidaritas paroki.


Setelah pemberian penghargaan, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor, RD. Yohanes Driyanto.
Pertemuan tahunan Dewan Keuangan Paroki ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara Keuskupan dan paroki-paroki, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga pengelolaan keuangan Gereja yang tertata, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Melalui kesatuan sistem, komunikasi, serta koordinasi yang baik, pengelolaan keuangan diharapkan dapat terus mendukung keberlangsungan karya dan pelayanan Gereja di Keuskupan Bogor.



