Sukacita Upacara Dedikasi Gedung Gereja Paroki Santa Faustina Kowalska 

KEUSKUPANBOGOR.ORG- Salah satu paroki di Keuskupan Bogor, yaitu Paroki Santa Faustina Kowalska yang berlokasi di Jl. Kp. Gn. No.4, RT.001/RW.10, Tonjong, Kec. Tajur Halang, Kabupaten Bogor memasuki babak baru dalam perjalanannya. Usai diresmikan sebagai sebuah paroki pada 22 Februari 2021 lalu, paroki tersebut terus berproses dalam pembangunan gedung gereja dan taman doa demi mewujudkan terciptanya tempat beribadah yang layak bagi umat. Setelah proses panjang yang dilalui, pembangunan gedung gereja tersebut telah selesai dan pada hari Kamis (22/12/2022), diadakan upacara dedikasi gedung gereja Paroki Santa Faustina Kowalska.

Di dalam Gereja Katolik, upacara dedikasi adalah sebuah tindakan menguduskan untuk altar, bait suci, Gereja atau bangunan kudus lainnya. Upacara dedikasi ini biasanya dipersembahkan oleh Uskup. Upacara dedikasi dimaksudkan agar bangunan Gereja, altar dan benda-benda liturgi lainnya mengungkapkan kesucian Allah itu sendiri. Dengan begitu, umat Allah perlu memahami bahwa semua benda yang ada di dalam Gereja bukan sekadar aksesoris pelengkap rumah ibadah saja, tetapi sungguh menyatakan kesucian Allah yang terpancar di dalamnya. Kesadaran ini pula yang semestinya membantu pertumbuhan iman dan mengantar umat pada misteri-misteri kudus yang dirayakan oleh Gereja.

Proses Upacara Dedikasi 

Pertama-tama, kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan yang dibacakan di depan pintu gedung gereja oleh RD Marselinus Wisnu Wardhana selaku Pastor Sekretaris Jenderal Keuskupan Bogor terkait penggunaan gedung gereja untuk beribadah dan melakukan kegiatan-kegiatan umat.

Setelah itu Uskup, para pastor dan umat memasuki gedung gereja untuk melaksanakan upacara dedikasi gedung gereja yang terbagi menjadi 5 bagian yaitu: 

  • Bagian pertama Ritus Pembuka
  • Bagian kedua Liturgi Sabda
  • Bagian ketiga Doa Dedikasi dan Pengurapan 
  • Bagian keempat Liturgi Ekaristi
  • Bagian kelima Ritus Penutup 

Upacara dedikasi dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur selaku Uskup Keuskupan Bogor didampingi oleh RD Yohanes Suparta selaku Pastor Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor, dan RD Mikail Endro Susanto selaku Pastor Paroki Santa Faustina Kowalska. Para Pastor yang berkarya di Keuskupan Bogor pun turut hadir dan memberikan doa dan berkatnya bagi Paroki Santa Faustina Kowalska. 

Di dalam homili, Mgr Paskalis menyampaikan bahwa paroki ini disebut dengan julukan “Taman Firdaus” oleh para pastor yang telah mendahului kita semua. Julukan tersebut ternyata dapat dibuktikan bertahun-tahun kemudian setelah kepergian mereka. Paroki ini memberikan kedamaian seperti berada di taman firdaus yang kita yakini. 

“Kerinduan yang terpatri dalam hati kita semua. Selama ini kita berdoa dan memohon Tuhan untuk membimbing kita semua agar diberikan tempat yang layak untuk memuji dan menyembah Tuhan dan lebih daripada itu kita merasakan Allah yang kita imani senantiasa berjalan bersama kita atau yang kita imani juga sebagai Allah Imanuel, Allah beserta kita. Itulah kekhasan iman kita yaitu Allah yang menjadi manusia dan berjalan bersama kita di dunia. Kerinduan ini sungguh dirasakan dan kerinduan ini perlahan-lahan terpenuhi tatkala adanya pembangunan paroki ini walaupun belum ada gedung gereja atau Bait Allah seperti ini,” tutur Uskup Keuskupan Bogor tersebut. 

Lebih lanjut Monsinyur Paskalis mengatakan bahwa tatkala diresmikan sebagai sebuah paroki, kerinduan umat terus dipupuk dan kemudian setahap demi setahap diwujudkan dalam gedung gereja. Ia pun mengaitkan kerinduan tersebut dengan bacaan pertama yang berbicara tentang tokoh Nehemia dan Imam Ezra, mereka adalah tokoh di Israel yang memiliki kerinduan akan Bait Allah di tempat pembuangan. Begitupun dengan umat Israel yang merindukan Bait Allah, maka tatkala dibangunnya kembali Bait Allah di Israel untuk melakukan penyembahan Tuhan, Imam Ezra membacakan Kitab Taurat dan semua yang berada di Bait Allah menangis sukacita karena mengingat masa-masa penjajahan Bait Allah dan kini dapat kembali berada di Bait Allah dan mendengarkan bacaan Kitab Taurat dari Imam Ezra serta dapat menemukan kembali identitas mereka di dalam Bait Allah. 

“Kita boleh bersyukur karena kerinduan umat Paroki Santa Faustina Kowalska ini seperti umat Israel yang merindukan adanya Bait Allah dan kerinduan itu sekarang ini dipenuhi oleh Tuhan dan kita menyadari berdirinya Bait Allah ini, gedung gereja ini adalah berkat bimbingan dari Tuhan. Tuhan menuntun banyak orang baik hati sehingga dapat mewujudkan kerinduan hati kita agar memiliki tempat untuk secara khusus memuji dan menyembah Tuhan,” ujar Uskup yang ditahbiskan pada 22 Februari 2014 tersebut.

Masih terkait dengan Bait Allah, Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia tersebut pun memberikan pertanyaan reflektif bagi umat yang hadir mengenai Yesus yang merupakan Bait Allah itu sendiri. Yesus yang menjadi jalan kebenaran dan tinggal di dalam diri kita. Lalu seperti apa kita menghidupinya dan bagaimana kita menjalankan hidup. Apakah sudah menjadi manusia yang penuh kerahiman dan belas kasih? 

Usai homili yang disampaikan oleh Monsinyur Paskalis, upacara dedikasi pun dilanjutkan dengan pembacaan Litani Orang Kudus, pemercikan air suci, Pengurapan Altar dan pilar-pilar gereja, pendupaan gedung gereja dan taman doa, dan Liturgi Ekaristi. 

Sambutan 

Sebelum Ritus Penutup, Pastor Paroki Santa Faustina Kowalska yaitu RD Mikail Endro Susanto memberikan sambutannya yang berisi tentang rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung, membantu dan mendoakan pembangunan gereja sehingga pada akhirnya Paroki yang dijadikan sebagai Pusat Kerahiman Ilahi ini memiliki gedung gereja yang layak untuk memuji dan menyembah Tuhan. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup, para pastor dan umat sekalian yang telah mendukung dan membantu dalam proses pembangunan gedung gereja di Paroki Santa Faustina Kowalska,” tutur Pastor yang ditahbiskan pada 2 September 2005 tersebut. 

RD Yohanes Suparta turut menyampaikan bahwa Gereja Katolik Keuskupan Bogor bersukacita karena sungguh melihat bahwa seluruh umat sungguh mencintai Gereja dengan mengupayakan terwujudnya gedung gereja yang didedikasikan bagi Allah. Menurut Pastor Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor tersebut hal ini menjadi bukti bahwa umat mencintai Allah dan mencintai Gereja, oleh karena itu Keuskupan Bogor sangat bersyukur dan semoga ini menjadi semangat bagi kita semua untuk mewujudkan kerahiman Tuhan terwujud di tengah-tengah kita.

Usai sambutan-sambutan, upacara dedikasi ditutup dengan berkat oleh Monsinyur Paskalis dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Pusat Kerahiman Ilahi Keuskupan Bogor

Paroki Santa Faustina Kowalska dipilih menjadi Pusat Kerahiman Ilahi Keuskupan Bogor, oleh karena itu paroki ini juga tengah berproses untuk membangun Plaza Kerahiman yang  dapat digunakan bagi umat di Keuskupan Bogor ketika ingin berdevosi kepada Kerahiman Ilahi. 

Tidak hanya itu, Pusat Kerahiman Ilahi juga diwujudkan dengan adanya serta bertumbuhnya kelompok Kerahiman Ilahi dan Devosi Kerahiman Ilahi di paroki ini. Mengutip pesan dari Mgr Paskalis yang disampaikan dalam perayaan ulang tahun pertama Paroki Santa Faustina Kowalska pada 23 Februari 2022 lalu, yang mengatakan bahwa pada dasarnya Kerahiman Ilahi adalah spirit dari Roh Kemurahan Hati. Roh Kerahiman dan Kemurahan Hati dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya perlu ditumbuhkannya sikap kerendahan hati dalam membangun ketaatan kepada Tuhan. 

Proficiat Paroki Santa Faustina Kowalska! Semoga seluruh umat senantiasa diteguhkan iman dan harapannya dalam naungan Kerahiman Ilahi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!