Penahbisan Tujuh Imam Baru : Berkat Bagi Gereja Keuskupan Bogor

Loading

KEUSKUPANBOGOR.ORG – Menjelang ulang tahunnya yang ke 75, Keuskupan Bogor mendapatkan anugerah teristimewa karena ada tujuh Imam yang ditahbiskan. Perayaan tahbisan presbiterat ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2023 yang berlokasi di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Kota Wisata, Cibubur.

Mereka yang ditahbiskan sebagai Imam adalah Diakon Ignatius Bahtiar Jusuf Marulitua Tumanggor, Diakon Benedictus Raditya Wijaya, Diakon Dismas Aditya, Diakon Bartholomeus Richard Patty, Diakon Peregrinus Lutgar CSE, Diakon Chrispin Pio CSE, dan Diakon Sebastianus Paulus CSE.

Perayaan Ekaristi Tahbisan Presbiterat ini dirayakan secara konselebrasi dipimpin oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur selaku Uskup Keuskupan Bogor yang bertindak sebagai selebran utama.

Puluhan Imam Diosesan maupun Tarekat Religius turut hadir di dalam Perayaan Ekaristi pada pagi hari ini untuk memberikan dukungan dan doa bagi mereka yang menerima anugerah sakramen tahbisan presbiterat ini.  

Menjadi Imam adalah Siap Menjadi Pelayan

Mgr Paskalis Bruno Syukur menyampaikan bahwa menjadi Imam adalah berarti siap untuk melayani dan siap bersama Yesus menggembalakan umat-Nya. 

“Yesus menegaskan bahwa hendaklah kalian menjadi pelayan, menjadi hamba bagi semua orang. Berarti menjadi gembala dan pemimpin dalam rangka Gereja berarti kita siap untuk menjadi hamba yang siap akan hal yang dikehendaki Tuhan. Kehendak Tuhan harus diyakini sebagai kehendak Gereja,” tutur Monsinyur Paskalis.


Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia tersebut pun menegaskan bahwa untuk menghidupkan spirit sebagai hamba ini mestilah ada perjuangan dan percaya bahwa Roh Tuhan senantiasa menyertai dan meresap ke dalam diri para Imam. Lebih lanjut, Monsinyur Paskalis mengatakan bahwa para Imam perlu memiliki telinga yang mendengarkan suara Tuhan agar muncul semangat empati di dalam dirinya untuk dapat memiliki kemampuan berempati terhadap umatnya. 

Selain itu, seorang Imam perlu memiliki kemampuan yang dapat mendorong pertumbuhan iman para umatnya. Seorang Imam memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan dan mengembangkan umat dalam persekutuan. 

“Seorang pemimpin merupakan gembala untuk dapat meneguhkan iman umatnya. Imam pun perlu memiliki semangat di dalam dirinya untuk mempersekutukan umat agar tidak terpecah belah. Itulah tugas Iman sebagai seorang gembala yang melayani umatnya!,” tegas Monsinyur Paskalis.


Uskup yang lahir pada 17 Mei 1962 tersebut pun mengatakan bahwa para Imam yang ditahbiskan pada hari ini adalah rahmat yang diberikan oleh Tuhan bagi Keuskupan Bogor. Peristiwa tahbisan pada hari ini adalah peristiwa Tuhan yang mengangkat para Imam tertahbis sebagai kalangan klerus yang punya tugas khusus yaitu melaksanakan imamat ministerialnya karena dipenuhi oleh Roh Tuhan. 

“Saya mau mengajak kalian semua menjadi Imam yang senantiasa berdoa. Imam dituntut sebagai orang yang setia di dalam doa. Bukan untuk berdoa bagi dirinya sendiri namun juga mendoakan umatnya. Selain itu, jadilah Imam yang bergembira dan bersukacita senantiasa. Bagi saya kalau menjadi Imam janganlah menjadi Imam yang senang mengeluh. Jadilah sosok yang bersukacita dalam mewartakan Injil, bersukacita di dalam Tuhan. Saya berharap mereka yang tertahbis menjadi Imam yang memiliki semangat sebagai hamba yang melayani umatnya dengan sepenuh hati,” tutupnya. 

Prosesi Tahbisan 

Usai homili, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan prosesi pengucapan janji calon Imam tertahbis, yang kemudian dilanjutkan dengan pendarasan litani para kudus. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi tahbisan presbiterat. Uskup dan para Imam yang hadir di dalam upacara tahbisan pada hari ini secara bergantian melakukan penumpangan tangan pada kepala tujuh calon Imam baru dan selanjutnya usai penumpangan tangan didaraskan doa tahbisan. Doa ini merupakan doa permohonan agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus bagi mereka yang ditahbiskan tersebut. 

Usai doa tahbisan, para pastor yang telah resmi menyandang status sebagai Imam baru atau neomis ini mengenakan stola dan kasula serta secara bergantian menadahkan kedua tangannya di pangkuan Uskup. Setelahnya dilakukan pengurapan tangan para Imam baru dengan minyak suci. Pengurapan minyak membentuk pola tanda salib di telapak tangan. Pengurapan tangan bagi mereka yang menjadi Imam bagi umat Katolik ini merupakan penanda bahwa melalui tangan-tangan yang diurapi tersebut Yesus Kristus akan hadir bagi para umat yang membutuhkan. 

Pembacaan Surat Penugasan 

Secara resmi pada hari ini, Keuskupan Bogor mendapatkan anugerah tujuh orang Imam yang akan melaksanakan tugas di perutusannya masing-masing. Adapun penugasan yang diberikan kepada tiga Imam Tarekat Religius CSE dalam perutusan mereka disampaikan oleh RP Athanasius CSE, di dalam Surat Penugasan tersebut disampaikan bahwa

  • RP Peregrinus Lutgar CSE melaksanakan tugas di Bandol
  • RP Chrispin Pio CSE melaksanakan tugas di Cikanyere
  • RP Sebastianus Paulus CSE melaksanakan tugas di Cikanyere untuk persiapan perutusan baru

Sedangkan tugas perutusan bagi empat Imam Diosesan Keuskupan Bogor disampaikan oleh RD Yohanes Suparta,

dalam Surat Penugasan disampaikan bahwa, 

  • RD Ignatius Bahtiar Jusuf Marulitua Tumanggor melaksanakan tugas di Paroki Santa Faustina Kowalska, Tajur Halang 
  • RD Benedictus Raditya Wijaya melaksanakan tugas di Seminari Menengah Stella Maris Keuskupan Bogor 
  • RD Dismas Aditya melaksanakan tugas di Paroki BMV Katedral, Bogor 
  • RD Bartholomeus Richard Patty melaksanakan tugas di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Kota Wisata 

Selamat bagi para neomis atas rahmat tahbisan yang diterima. Marilah turut mendoakan karya pelayanan mereka. Tuhan memberkati.

2 thoughts on “Penahbisan Tujuh Imam Baru : Berkat Bagi Gereja Keuskupan Bogor

  1. Lucia Anita says:

    Proficiat kepada 7 Imam baru dan juga Keuskupan Bogor … semoga para Pastor selalu selalu setia dan taat pada panggilan Imamatnya, diberikan rahmat kesehatan dan dikuatkan dalam Iman, Kasih, Pengharapan. Tuhan Yesus Memberkati, Bunda Maria Menyertai. Amin ?

  2. Johanes Amprijanto says:

    Pesan bapak Uskup Bogor kali ini cukup bagus, menguatkan dan belum pernah terdengar sebelumnya, pastor jangan selalu mengeluh tapi harus selalu bersuka cita dalam pelayanan karena Kristuslah sesungguhnya yang dilayani .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!